SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Banten menyebut bahwa di Provinsi Banten tidak ditemukan adanya kasus antraks.
Penyakit menular pada hewan yang bahkan bisa juga menginfeksi manusia ini tidak ditemukan di delapan Kabupaten dan Kota di Banten.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Distan Banten Agus M Tauchid melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) pada Distan banten drh Ari Mardiana.
“Dipastikan Banten nol. Pada hewan dan manusia nya,” kata drh Ari kepada Radar Banten, Kamis 13 Juli 2023.
drh Ari menjelaskan, Antraks adalah suatu penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Antraks umumnya menyerang hewan herbivora seperti sapi, kambing, domba, yang dapat menular ke manusia.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, penyakit itu sudah menginfeksi bahkan menyebabkan tiga warga Gunung Kidul meninggal dunia.
Menanggapi hal itu, Dinas Pertanian (Distan) Banten pun memberikan perhatian terhadap penyakit hewan yang bisa menyebar kepada manusia ini.
drh Ari Mardiana mengatakan, walaupun Banten saat ini dipastikan belum ditemukan adanya kasus Antraks. Namun, pihaknya tetap melakukan upaya pencegahan dini, salah satunya dengan memperketat lalulintas hewan terutama di daerah yang ditemukan lasus antraks.
“Saat ini kita melaksanakan pengawasan kesehatan hewan dan pengetatan lalulintas hewan terutama dari daerah yang terjadi kasus antrak dan kasus yang pernah terjadi antrak,” ujarnya.
Menurutnya, penyakit yang bersifat zoonosis, ini sangatlah berbahaya baik bagi hewan maupun manusia. Sebab, penyakit ini bisa menular dari hewan ke manusia.
Ternak penderita dapat menulari ternak yang lain melalui cairan (eksudat) yang keluar dari tubuhnya. Cairan ini kemudian mencemari tanah sekelilingnya dan dapat menjadi sumber untuk munculnya kembali wabah di masa berikutnya.
“Ternak dapat terinfeksi penyakit Antraksapabila memakan pakan atau meminum air yang terkontaminasi spora tersebut atau jika spora mengenai bagian tubuh yang luka,” jelasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Abdul Rozak











