LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kenyataan pahit harus diterima Majen (50) petani asal Kampung Nehner, Desa Buyut Mekar, Kecamatan Maja, lahan sawahnya dilanda kekeringan hingga menyebabkan gagal panen dalam tiga bulan akibat kekeringan.
Luas lahan dengan total 20 hektare milik warga Buyut Mekar, semuanya mengalami gagal panen dan hanya tersisa padi kering.
Saat meninjau kondisi sawahnya, Majen harus pasrah melihat sawahnya kering tanpa ada air yang mengalir. Saat ini dirinya harus bekerja serabutan demi menyambung hidup dan mencari nafkah untuk keluarga.
“Biasa kita sehari-hari hidup dari tani, inimah kita sudah tiga bulan seperti ini tidak ada akitivitas apa-apa total karena gagal panen,” katanya kepada Radar Banten, Jumat 4 Agustus 2023.
Diungkapkannya, saat ini bekerja ikut bersama tetangga menjadi kuli bangunan karena sawahnya tidak bisa dikelola.
“Kalo sekarang saya kuli bangunan bareng tetangga, paling sampingan kerja apa aja serabutan. Daripada nganggur di rumah ya,” ujarnya.
Majen menjelaskan, sebenernya sudah ada irigasi air untuk pengaliran ke sawah, namun saat ini irigasi tersebut tidak berfungsi.
“Karena air pada hulu sungai Buyut Mekar tidak mengalir akibat kekeringan. Karena kondisinya saat ini seperti ini air kering tidak mengalir banyak,” ucapnya.
Melihat keadaan dirinya hanya bisa berpasrah diri dan menunggu bantuan dari pemerintah daerah dan pusat dalam mencari solusi untuk lahan sawahnya.
“Kalo bisa mohon bantuannya kepada pemerintah daerah dan pusat, semoga ada solusi agar kami bisa mengelola lahan sawah kami,” harapnya.
Akibat gagal panen, puluhan warga harus merugi hingga belasan juta karena tidak mengelola lahan sawahnya yang menjadi mata pencaharian.
Reporter : Nurandi
Editor: Abdul Rozak










