PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Pandeglang menargetkan penurunan angka stunting di Kabupaten Pandeglang sebesar 14 persen dalam kurun waktu tiga tahun. Penurunan angka stunting itu terhitung dari tahun 2021 sebesar 37,8 persen menjadi 24 persen pada tahun 2024.
Berdasarkan data hasil riset Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, angka kasus stunting di Kabupaten Pandeglang mencapai 37,8 persen.
Menurut Bupati Pandeglang, Irna Narulita, stunting atau pertumbuhan terhambat pada anak balita di bawah lima tahun karena kurang asupan gizi atau gizi buruk adalah masalah serius.
“Yang berdampak jangka panjang terhadap kesehatan kecerdasan dan tumbuh kembang anak balita. Dimana masa emas mereka harus mendapatkan
asupan gizi yang lengkap sempurna,” katanya, Minggu, 13 Agustus 2022.
Selain itu, di usia emas harus mendapatkan cinta kasih anggota keluarga melalui pola asuh anak yang baik. Kemudian pola makan yang sehat dan sanitasi lingkungan yang
sehat.
“Kita semua sepakat bahwa setiap anak
memiliki potensi yang luar biasa. Dan kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan mewujudkan masa depan generasi Pandeglang sehat,
cerdas, berkarakter,” katanya.
Berdasarkan hasil Riset SSGI, studi status gizi Indonesia tahun 2021 angka kasus stunting di Pandeglang sebesar 37,8 persen dan menurun pada tahun 2022 sebesar 8,5 persen menjadi 29,5.
“Terima kasih, itu semua berkat peran serta para kader kesehatan PLKB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana), bidan desa. Dan keputusan hasil rembuk stunting Juni 2023 target Pandeglang akan menurunkan angka stunting menjadi 24 persen pada tahun 2024,” katanya.
Bupati Irna memohon doa dan dukungan semua pentahelix, Pemerintah, masyarakat, swasta, perguruan
tinggi, dan media.
“Kader dan orang tua adalah garda terdepan dalam perjuangan mencegah anak stunting. Kehadiran kader melalui ketulusan dan pengetahuan mereka
mengedukasi ibu dan keluarga tentang gizi seimbang pada 1.000 hari kehidupan bayi, memberikan dukungan tak tergantikan untuk pertumbuhan anak-anak masa depan,” katanya.
Mereka para kader yang tanpa lelah terus mengajak kepada ibu hamil agar melakukan pemeriksaan di posyandu minimal enam kali pemeriksaan. Kemudian kader juga melakukan pemberian tablet tambah darah pada remaja putri dan imunisasi lengkap.
“Kader menjalankan program Rabu untuk ibu. Yakni melakukan kunjungan bagi ibu balita yang tidak sempat ke posyandu,” katanya.
Bupati Irna menegaskan, masih banyak lagi tugas berat mereka yang dilakukan dengan sukarela.
“Terima kasih para kader kesehatan, pahlawan tanpa tanda jasa. Bersama-sama, kita wujudkan generasi
kuat dan sehat,” katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan Pandeglang, Encep Hermawan mengatakan, kasus stunting di Pandeglang berdasarkan data SSGI tahun 2021 memang kasus stunting di Pandeglang peringkat tertinggi se-Provinsi Banten.
“Tahun 2022 turun menjadi 29,5 persen. Dan dalam penanggulangannya kami punya target 24 persen penurunan angka stunting hingga tahun 2024 mendatang,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











