PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Pandeglang meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten segera memperbaiki Dermaga Teluk di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, yang rusak berat.
Dermaga Teluk sudah tidak bisa digunakan untuk tempat pendaratan perahu nelayan yang akan menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 2 Labuan, karena kontruksi bangunan sudah rapuh dan ambrol akibat abrasi.
Menurut Anggota PA GMNI Pandeglang, Romli, Dermaga Teluk perlu segera diperbaiki karena menjadi tempat pendaratan perahu nelayan.
“Untuk itu kami berharap kepada Pemprov Banten melalui DKP Banten untuk segera memperbaiki Dermaga Teluk. Karena kondisinya sudah rusak parah,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu, 13 Agustus 2023.
Kondisi bangunan dermaga rusak parah karena mengalami abrasi. Ditambah belum ada tindakan penanganan dari dinas terkait.
“Ini sudah menjadi tanggung jawab bersama baik Pemkab, Pemprov, maupun Pusat untuk lebih cepat melakukan penanganan agar abrasi tidak meluas,” katanya.
Lebih lanjut, Romli menegaskan, hal itu juga menjadi tugas dan kewenangan DPRD Banten, terutama Komisi II DPRD Banten yang bermitra dengan DKP Banten.
“Untuk sama-sama dengan Pemerintah melalui DKP Banten melakukan penanganan. Harus tanggap melihat kondisi dermaga yang sudah lama mengalami kerusakan,” katanya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Banten, Yoyon Sujana, mengaku kalau dirinya sudah mengecek langsung kondisi Dermaga Teluk.
“Melihat kondisi fakta konstruksi dermaga di Teluk rusak parah. Saya bermohon kepada DKP untuk segera dibuatkan DED (Detail Engineering Design) perencanaan untuk pekerjaan bangunan konstruksi dermaga,” katanya.
Yoyon berharap segera dilakukan penanganan untuk mencegah terjadinya abrasi meluasi sampai ke rumah penduduk. Pada saat ini abrasi pada bagian dermaga dan bahu jalan.
“Jadi harus cepat ditangani agar jalan dan rumah penduduk aman dari abrasi. Serta membuat nelayan kembali memiliki dermaga buat tempat bongkar muat ikan hasil tangkapan ke TPI 2 Labuan,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











