SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pj Gubernur Banten, Al Muktabar mengaku, Pemprov Banten mengatur ritme agar tidak terjadi gagal bayar. Makanya, Pemprov terus menjaga jarak antara realisasi pendapatan dan pembelanjaan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pemprov bekerja keras agar serapan anggaran dan pendapatan tercapai sesuai dengan target yang telah disiapkan dalam perencanaan APBD tahun anggaran 2023,” ujar Al.
Pemprov terus berjuang agar sumber pendapatan terus digalakkan dan mengawal pembelanjaan.
Kata dia, dalam proses pembelanjaan, Pemprov Banten juga menggunakan sistem e-Katalog dalam rangka mengedepankan akses transparansi, akuntabel, efektif, dan efisien.
Tidak hanya itu, Pemprov juga mendapatkan pendampingan dari Kejati Banten terhadap program strategis untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Jadi itu mitigasi risiko dari upaya kita dalam mencapai target pembangunan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, realisasi pendapatan, per 18 Agustus 2023, sebesar 57,49 persen. Sedangkan, realisasi belanja sebesar 51,67 persen. (*)
Reporter : Rostinah
Editor: Agus Priwandono











