SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Sebanyak 115 hektare sawah di Kota Serang mengalami kekeringan akibat fenomena El Nino. Dari jumlah tersebut, mayoritas dialami persawahan di Kecamatan Kasemen.
Dari 115 hektare tersebut juga terdiri dari beberapa kategori, seperti ringan, sedang, berat hingga puso.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang Andriyani mengatakan, pihaknya telah mendata berdasarkan hasil laporan di lapangan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) selama musim kemarau, ada ratusan hektare sawah mengalami kekeringan.
“Untuk pemetaan wilayah yang masuk kekeringan total se-Kota Serang yang audah masuk ke kami itu sekirar 115 hektare,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa 29 Agustus 2023.
Andriyani mengatakan, dari 115 hektare sawah se-Kota Serang yang mengalami kekeringan tersebut memiliki beberapa kategori. Sementara untuk yang tanaman padi yang gagal panen (Puso) terjadi di Kecamatan Kasemen.
“Kategori menurut laporan dari petugas POPT nya itu bervariasi, ada ringan, sedang, berat dan Puso. Untuk yang puso 18 hektare ada di Kasemen,” katanya.
Kendati demikian, pihaknya tak menutup kemungkinan akan ada pertambahan laporan kekeringan kembali. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima oleh DKP3 dari BMKG, fenomena El Nino akan berlangsung hingga bulan September mendatang.
“Lalu kami melakukan terus pendataan yang lebih intensif lagi, dan memohon koordinasi cepat teman-teman penyuluh bila mana ada laporan atau di lapangan ditemukan sudah mulai kekeringan, kita kawal terus. Kita verifikasi dulu keadaan seperti apa, kalau masih ringan masih bisa diupayakan dengan bantuan lainnya seperti bantuan pompa air,” ucapnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











