TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 25 hektare lahan pertanian di Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, terancam gagal tanam.
Hal tersebut imbas dari rendahnya intensitas hujan yang melanda wilayah Tangerang Raya.
Ketua Kelompok Tani Gempolsari Sepatan Timur, Muhammad Obo (41) menjelaskan, rendahnya intensitas hujan membuat banyak petani gagal tanan.
Alhasil, para petani harus memutar otak agar bisa menggarap lahannya. Salah satunya dengan swadaya membuat sumur pantek daerah Gempolsari.
“Para petani swadaya bikin sumur pantek. Biaya bikin sumur pantek habis Rp 1,5 juta untuk biaya ngebornya aja, dan harga mesinnya Rp 5 jutaan,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 29 Agustus 2023.
Obo mengatakan, akibat kekeringan petani merugi Rp 1 juta – 1,5 juta per petak sawah.
Obo berharap, Pemerintah melibatkan para petani dalam melakukan pembangunan, khususnya saluran air. Terlebih, selama ini, sambung Obo, para petani tak pernah dilibatkan dalam proses pembangunan di Sepatan Timur.
“Kami berharap petani dilibatkan. Selama ini kami tak dilibatkan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor: Agus Priwandono











