SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) di Provinsi Banten hingga September 2023 sudah mencapai 72,48 persen. Paling Banyak diperoleh dari sektor pajak motor.
Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banten Deni Hermawan mengatakan, hingga 27 September 2023 realisasi PAD Provinsi Banten tahun 2023 mencapai 72,48 persen atau sekitar Rp 5,7 triliun dari target Rp 7,9 triliun.
“Alhamdulillah realisasi kita sudah mendapai 72,48 persen dari target yakni Rp7,9 triliun. InsyaAllah targetnya akan tercapi,” kata Deni kepada wartawan, Jumat 29 September 2023.
Deni menerangkan, perolehan PAD Banten hingga kini disumbang paling banyak oleh sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Per tanggal 27 September 2023 realisasinya sudah mencapai Rp2.332.413.070.475 atau sekitar 74,81 persen dari target yakni Rp3.117.972.000.000.
Penyumbang realisasi terbesar kedua disumbang oleh sektor pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp1.932.132.860.800 atau sekitar 69,36 persen dari target yakni Rp2.785.465.000.000.
“Perolehan pajak kedua sektor ini juga baik dari akselerasi kita melalui sosialisasi taat pajak dan juga pembebasan denda pajak yang sengaja dilakukan dalam menyambut HUT RI dan Banten,” ungkapnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Asisten Daerah (Asda) III Setda Banten ini mengungkapkan bahwa ada banyak manfaat dari membayar pajak, mulai dari untuk pembangunan, pendidikan, jalan, jembatan, kesehatan dan sektor pembangunan lainnya.
Pihaknya pun saat ini tengah melirik PAD dari sektor lainnya mulai dari Pajak Air Permukaan (PAP) yang baru mencapai Rp31.351.539.600.
“Setidaknya ada lima jenis pajak yang dipungut Pemprov Banten untuk modal pembangunan pertama PKB, BBNKB, PAP, pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) dan dan pajak rokok,” jelasnya.
Ia mengatakan, PAP saat ini menjadi salah satu sektor pajak yang tengah dioptimalkan oleh Pemprov Banten. Bapenda pun melakukan beberapa langkah salah satunya yakni jemput bola terhadap potensi PAP di Banten.











