PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Pandeglang mengingatkan pentingnya bagi calon pasangan pengantin yang berencana menikah untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke KU.
Kepala KUA Kabupaten Pandeglang, Yusup, mengatakan bahwa pentingnya berkonsultasi dengan KUA daripada langsung menghubungi wedding organizer. Hal ini karena seringkali terjadi kasus pernikahan gagal akibat beberapa faktor yang tidak memenuhi syarat nikah.
Menurut Yusup, berkonsultasi dengan KUA akan memberikan pencerahan dan pengarahan kepada calon pasangan pengantin, sehingga mereka dapat memahami persyaratan dan tata cara yang harus dipenuhi untuk melangsungkan pernikahan yang sah secara hukum maupun agama.
“Oh iya pertama saya sudah menganjurkan setiap pernikahan harus tercatat di KUA biar pernikahannya resmi tercatat,” ungkapnya, Jum’at 6 Oktober 2023.
Yusup juga menekankan bahwa setiap pernikahan harus tercatat di KUA untuk memastikan keabsahan hukumnya. Dia menjelaskan bahwa berbicara dengan KUA sebagai langkah awal adalah suatu anjuran yang perlu diikuti.
Selain itu, H. Yusup menyadari pentingnya persiapan mental dan fisik calon pengantin. Faktor usia, sesuai dengan ketentuan undang-undang (minimal laki-laki 19 tahun dan perempuan 16 tahun), serta kesehatan, menjadi pertimbangan penting dalam memastikan pernikahan yang berkelanjutan.
“Ya terutama mungkin dari faktor usia dulu ya sesuai diamanatkan oleh undang-undang, agar mengapa itu supaya mungkin samawa ya, kemudian faktor kesehatannya agar terjaga,” katanya.
KUA Kabupaten Pandeglang juga membuka layanan konsultasi pra-nikah berupa bimbingan perkawinan (Binwin). Dalam Binwin, calon pengantin diberikan edukasi dan pemahaman mengenai hak dan kewajiban istri serta suami.
Pihak KUA juga mengundang dinas kesehatan dari puskesmas untuk memberikan informasi tentang bahaya pernikahan di usia dini dan hal-hal terkait lainnya.
Dengan langkah-langkah ini, KUA Kabupaten Pandeglang berkomitmen untuk membantu calon pasangan pengantin dalam menjalani pernikahan yang sah, bahagia, dan berkelanjutan.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aditya











