PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Proyek pengerukan badan jalan Tanjakan Bangangah di Kampung Baru, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, dikebut pengerjaannya oleh PT Bangun Azima Cipta Mandiri.
Proyek Tanjakan Bangangah masuk dalam pelaksanaan pekerjaan segmen II di ruas Jalan Mandalawangi-Caringin yang meliputi pelebaran badan jalan, peningkatan badan jalan dengan rigid pavement, perbaikan elevasi, dan pemancangan sheet pile.
Pelaksanaan pengerjaan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten tersebut untuk sementara akses jalan dari Mengger-Caringin, tepatnya di Tanjakan Bangangah ditutup sementara sejak tanggal 21 Agustus sampai 20 November 2023.
Pihak pelaksana proyek dari PT Bangun Azima Cipta Mandiri, Sony mengatakan, pelaksanaan pengerjaan proyek Tanjakan Bangangah terus dikebut.
“Kita kerahkan alat berat untuk melakukan penggalian badan jalan pada Tanjakan Bangangah. Karena memang mau dilandaikan agar tidak terlalu curam,” katanya, Senin, 9 Oktober 2023.
Proses pelandaian ini dilakukan dengan cara mengeruk badan jalan dengan kedalaman 7-8 meter. Dengan kontur tanah berupa bebatuan besar.
“Untuk pengerjaan konstruksi sekarang ini sudah mencapai 48 persen. Mohon doanya agar proses pengerjaan dapat selesai tepat waktu,” katanya.
Ia juga menyampaikan, permohonan maaf selama proses pengerjaan dilakukan penutupan sementara akses jalan. Khususnya di titik lokasi pengerjaan Tanjakan Bangangah kurang lebih sepanjang 700 meter yang lokasinya berada di dua wilayah, Kecamatan Mandalawangi dan Kecamatan Pulosari.
“Saat ini proses pengerjaan terus berlangsung. Dan terus kita kebut,” katanya.
Kapolsek Pulosari, Ipda Aap Ahmad Sapei, mengimbau masyarakat untuk memaklumi dikarenakan perjalanannya terganggu akibat proyek pembangunan Tanjakan Bangangah.
“Akan tetapi semua ini untuk
kenyaman kita bersama dikarenakan Tanjakan Bangangah ini dibangun untuk memudahkan kita pengguna jalan,” katanya.
Kanit Intelkam Polsek Pulosari, Aipda Didin Imanudin menambahkan, pembangunan tersebut untuk memperbaiki tanjakan guna menambah rasa nyaman dan aman pengendara yang melintas jalur tanjakan tersebut.
“Dikarenakan jalur Tanjakan Bangangah sangat rawan kecelakaan. Pembangunan ini selain untuk memperbaiki jalan tanjakan yang rusak juga membuat Tanjakan Bangangah bisa menjadi jalur yang mudah dilalui karena tanjakan tersebut terbilang curam, banyak pengendara motor yang mengalami mogok kendaraan pada saat menanjak di tanjakan tersebut,” katanya.
Oleh karena itu pembangunan juga bermaksud untuk mengurangi resiko kendaraan mogok pada saat
melintasi Tanjakan Bangangah.
“Mengimbau kepada masyarakat bersabar dan memakai jalan alternatif
untuk saat ini selama proses pembangunan masih berlangsung. Dan selalu berhati-hati pada saat melintasi jalan alternatif yang dibuat warga
dikarenakan jalannya cukup ekstrem,” katanya.
Akan tetapi, diungkapkan Didin, dengan adanya jalan alternatif tersebut pengendara bisa menghemat waktu. Namun, untuk jalan alternatif itu hanya bisa dilalui oleh sepeda motor.
“Sedangkan untuk roda empat
diarahkan melewati jalan Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari, dan bisa tembus ke Kecamatan Menes,” katanya.
Warga Pulosari, Nana Jumhana, berharap agar pengerjaan proyek tersebut selesai tepat waktu.
“Katanya kan dilandaikan, ya harapannya segera selesai,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











