PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dr. Agus Lukman Hakim, M.Si., pengamat publik dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Banten, memberikan pandangan tentang calon potensial yang akan maju di Pemilihan Bupati (Pilbup) Pandeglang 2024.
Agus Lukman Hakim memprediksi bahwa akan ada dua atau tiga pasangan calon di Pilbup Pandeglang.
Pasangan pertama adalah Rizki Aulia Rahman Natakusumah dari Partai Demokrat. Selanjutnya, Fitron Nur Ikhsan dari Partai Golkar untuk ikut serta, mengingat prestasinya sebagai anggota DPRD Provinsi dengan hampir 29 ribu suara.
Koalisi partai juga bisa terbentuk, dengan kemungkinan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bergabung dengan PPP dan Gerindra untuk mengusung calon Bupati Pandeglang yang bisa menjadi pesaing serius bagi Rizki Aulia Rahman Natakusumah.
Agus Lukman Hakim menyampaikan bahwa kader-kader ini sangat berpotensial, terutama kader-kader muda seperti Rizki Aulia Rahman Natakusumah dan Fitron Nur Ikhsan. Keputusan akhir akan didasarkan pada kinerja dan penilaian masyarakat.
Ia juga mencatat bahwa di PKS ada Tubagus Asep Rafiudin Arief, seorang kader yang memiliki hubungan dekat dengan Achmad Dimyati Natakusumah, Anggota Komisi III DPR RI dari PKS.
“Pertanyaannya adalah apakah Tubagus Asep Rafiudin Arief akan menjadi wakil Achmad Dimyati Natakusumah atau apakah PKS akan bergerak secara independen untuk bergabung dengan Fitron Nur Ikhsan atau Haji Mulyadi dari PKB,” ungkapnya, Senin, 9 Oktober 2023.
Agus Lukman Hakim melanjutkan bahwa meskipun potensinya masih belum pasti, dinamika politik memungkinkan berbagai kemungkinan.
Keputusan akan didasarkan pada popularitas, kompetensi, dan advokasi dari masing-masing calon seperti Tubagus Asep Rafiudin Arief, Fitron Nur Ikhsan, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, dan Mulyadi.
Agus Lukman Hakim juga berpendapat bahwa dalam Pilbup Pandeglang, idealnya ada minimal tiga pasangan calon untuk memperluas ruang demokrasi dan memberi kesempatan bagi kader-kader yang potensial untuk berpartisipasi.
Menurutnya, menang dan kalah adalah hal biasa. Yang penting adalah adanya kompetisi yang sehat sebagai prestasi bagi daerah, menunjukkan kaderisasi yang kuat, dan memerlukan dukungan dari masyarakat.
“Karena ini potensi yang luar biasa yang harus mesti kita dukung, karena kan mereka akan mencurahkan waktu, mencurahkan dana. Ini orang yang luar biasa yang mau berkontribusi untuk daerah gitu,” katanya.
Agus Lukman Hakim menyampaikan harapannya terkait Pemilu), Pileg, dan Pilkada.
“Bahwa masa depan daerah ini sangat bergantung pada partisipasi kita semua. Oleh karena itu, perlu didorong oleh semua pihak untuk aktif berkontribusi, terutama dalam memilih sosok yang memiliki kualitas yang baik dan rekam jejak yang kuat,” jelasnya.
Ia menyarankan masyarakat untuk tidak hanya melihat afiliasi partai politik saat memilih, tetapi juga melihat kinerja dan kontribusi dari calon tersebut.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mengevaluasi sosok calon berdasarkan aktivitas dan kontribusi mereka di media sosial dan di berbagai bidang.
“Tujuannya adalah memilih individu yang kredibel dan memiliki catatan prestasi yang baik, bahkan jika mereka adalah figur baru yang telah memberikan kontribusi positif kepada daerah dan masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa era digital saat ini memungkinkan kita untuk dengan mudah mengakses informasi tentang para calon.
Oleh karena itu, ia mendorong agar potensi calon yang memiliki kapabilitas diungkapkan dan didukung, sehingga dapat berperan aktif dalam kehidupan publik.
Agus Lukman Hakim menekankan bahwa Pandeglang membutuhkan inovasi dan perubahan yang baru.
Oleh karena itu, ia berharap bahwa calon-calon baru yang muncul di masa depan akan memiliki ide-ide segar yang dapat membantu memajukan Pandeglang.
“Ya, calon-calon perlu memiliki pemahaman yang baik tentang kebutuhan daerah ini, kemampuan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, dan keterampilan untuk memanfaatkan potensi yang ada serta mengatasi dinamika di Pandeglang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agus Priwandono











