SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan hektare sawah di Kota Serang mengalami kekeringan akibat dampak dari kemarau panjang atau fenomena El Nino yang melanda 2 bulan lalu.
Cuaca kemarau telah membuat 237,5 hektare sawah di Kota Serang kekeringan. Pasalnya, irigasi mengalami penurunan debit air yang berdampak tidak bisa mengairi ke sawah maupun perkebunan.
Kepala Bidang Pertanian dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang Andriyani mengatakan, selama musim kemarau, membuat 155,5 hektare sawah di Kota Serang mengalami kekeringan, hingga puso.
“Berdasarkan laporan, untuk yang (Kekeringan) ringan seluas 31 hektare. Kemudian, (Kekeringab) sedang 19 hektare, berat 6 hektare, dan puso 20 hektare. Sebagian besar laporan ini dari data yang kami himpun, merupakan sawah tadah hujan,” ujarnya, Rabu 11 Oktober 2023.
Saat ini, sawah yang mengalami puso terus bertambah. Andiryani menjelaskan, sudah sebanyak 39 hektare sawah dari yang sebelumnya hanya 26 hektare mengalami gagal panen.
“Sawah puso itu bertambah dari 26 jadi 39 hektare dan untuk sisanya kategori ringan, sedang, hingga. Yang puso ada di Kasemen,” katanya.
Ia menuturkan, untuk sawah yang mengalami kekeringan dengan kategori ringan hingga sedang masih bisa melanjutkan ke fase berikutnya.
Menurutnya, kategori ringan dan sedang hanya mengalami kendala kekurangan air, namun masih bisa terselamatkan.
“Untuk kategori ringan itu memang terhambat, tapi masih ada ari. Jadi, masih bisa melanjutkan ke fase berikutnya, sama seperti kategori sedang. Tapi, kalau untuk kategori (Kekeringan) berat, tentu harus segera ditangani, jangan sampai terjadi puso,” ucapnya.
Editor : Merwanda











