SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga komoditas utama yakni beras di sejumlah pasar di Provinsi Banten masih sangat tinggi. Harganya masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp12 ribu per liter untuk jenis medium.
Tingginya harga beras itu menjadi pembahasan serius dalam rapat pencegahan inflasi daerah yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin, 23 Oktober 2023.
Penjabat (Pj) Sekda Banten Virgojanti mengungkapkan, harga rata-rata beras di pasaran saat ini berada di angka Rp12.375 per liternya. Tingginya harga beras itu telah menjadi masalah nasional.
“Ada beberapa harga komoditas pangan yang masih di atas HET Pemerintah, terutama beras yang dalam tiga minggu berturut-turut ada komoditas beras, cabai, dan gula. Kalau kita perhatikan kejadiannya, seluruh Indonesia itu harga beras mengalami kenaikan,” ujar Pj Sekda Banten usai memimpin rapat pengendalian inflasi daerah.
Ia pun menyebut harga beras sempat mengalami penurunan walaupun sangat rendah sekali, yang mana pada minggu lalu harga beras berada di angka Rp13 ribu, namun di minggu ke empat bulan Oktober ini sudah diangka Rp12.375 per liternya.
“Saya melihat ada penurunan harga walaupun sedikit, tapi rata -rata di kita masih di angka Rp12 ribu. Sementara minggu kemarin di angka Rp13 ribu. Beras terendah ada di Pandeglang, yaitu di angka Rp11 ribu, tapi masih di atas HET. Namun, upaya kita sedikit-sedikit membuahkan hasil,” ucapnya.
Sementara harga beras paling tinggi ada di Kota Cilegon yang mencapai Rp13 ribu per liter untuk kualitas medium. Data ini pun akan menjadi rujukan bagi pihaknya untuk melakukan treatment berupa operasi pasar.
“Treatment kita nanti menyesuaikan dengan kondisi-kondisi tematik itu misalnya, di Cilegon harga beras tinggi, berati dalam operasi pasar berasnya lebih ditingkatkan lagi,” terangnya.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Aam Muawanah menuturkan, harga rata-rata di Banten untuk komoditas beras yakni Rp 12.375 per liter, cabai rawit merah Rp 47.625 per kilogram, sementata gula pasir Rp 14.813 per liter. Pihaknya pun akan menggelar operasi pasar guna menstabilkan harga ketiga komoditas itu.
“Langkah kita yakni dengan Gerakan Pangan Murah, konsisten untuk tetap berjalan, untuk beras dengan dibanjirinya pasar dengan beras SPHP,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











