PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ketua Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Pandeglang, Beni Madsira, mengatakan kalau wilayah Selatan Kabupaten Pandeglang masih mengalami bencana kekeringan.
Bencana kekeringan masih terjadi di wilayah Selatan Kabupaten Pandeglang karena belum turun hujan dalam kurun waktu lima bulan akibat fenomena El Nino.
Menurut Ketua KSB Kabupaten Pandeglang, Beni Madsira, salah satu wilayah di Selatan Kabupaten Pandeglang yang masih kekeringan itu Kecamatan Patia.
“Itu memang belum ada hujan ya. Baru ada beberapa kali hujan pun hujan kecil,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID di Gedung DPRD Kabupaten Pandeglang, Senin, 23 Oktober 2023.
Apalagi, diungkapkan Beni, wilayah Kecamatan Angsana, Sobang, Cigeulis, Cibaliung, sampai Cikeusik itu baru ada gerimis saja. Hal itu karena belum masuk ke musim penghujan.
“Berdasarkan informasi dari BMKG, di bulan Oktober ini belum masuk ke musim hujan. Hujan ada nanti di bulan November,” katanya.
Jadi, antara Oktober dan November ini memasuki peralihan musim dari kemarau ke musim hujan.
Pada peralihan musim ini perlu diwaspadai beberapa bencana yang akan terjadi.
“Di antaranya bencana angin puting beliung, dan petir. Sebagai bentuk antisipasi disiapkan menghadapi bencana angin puting beliung yakni peralatan seperti gergaji mesin pemotong kayu karena ketika ada angin puting beliung banyak pohon tumbang menghambat jalan kemudian menimpa rumah warga yang harus segera dipotong,” katanya.
Jadi, harus dipersiapkan peralatan dan perlengkapan berupa mesin pemotong kayu. Sementara ini relawan Kampung Siaga Bencana belum punya alat tersebut.
“Berharap kepada Pemerintah agar turut mempersiapkan itu dengan menyediakan mesin pemotong kayu di setiap kecamatan. Khususnya kepada relawan KSB minimal satu kecamatan satu mesin pemotong kayu,” katanya.
Selain itu, perlu juga diantisipasi oleh dinas terkait untuk melakukan pemangkasan batang pohon dinilai rentan tumbang kena angin. Serta, menebang pohon sudah miring atau mau roboh.
“Kalau di masyarakat kami sih sudah mengimbau agar menebang batang pohon di sekitaran rumah. Yang dianggap berbahaya,” katanya.
Sekda Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta mengatakan, Pemkab Pandeglang saat ini menangani bencana kekeringan.
“Selain kekeringan kita juga mewaspadai bencana kebakaran dan juga bencana angin puting beliung. Jadi kita juga antisipasi bencana itu,” katanya.
Terkait penanganan bencana tersebut, Pemkab Pandeglang telah mengajukan alokasi anggarannya. Besaran anggaran diminimalkan.
“Paling kurang lebih di atas Rp 100 juta. Kita minimalkan dan semoga kondisi cuaca stabil,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











