TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-HW, staf Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangsel, yang melakukan penipuan berkinerja buruk.
Hal itu diutarakan Kepala Kesbangpol Tangsel, Chaerul Soleh. Menurut Chaerul, kinerja HW dinilai buruk selama di Kesbangpol karena jarang masuk kantor .
“Sejak dia di sini jarang sekali masuk, ketemu saya juga jarang. Jadi saya tidak tahu seperti apa dia di luar, tiba-tiba dapat kabar sudah ditangkap,” ujar Chaerul, Rabu, 22 November 2023.
Chaerul mengatakan, selaku pimpinan ia merasa kecewa dan marah atas ulah HW yang telah mencoreng nama baik Kesbangpol, terutama Pemkot Tangsel.
“Pastinya sangat kecewa dan marah. Dia kan sudah menjadi ASN, harusnya lebih bersyukur dengan nikmat yang sudah diberikan saat ini,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangsel Fuad menjelaskan status kepegawaian HW setelah jadi tersangka.
Menurut Fuad, HW telah diberhentikan sementara dan akan diberhentikan permenan setelah adanya putusan tetap pengadilan.
“Kami telah lakukan pemberhentian sementara sampai dengan keputusan tetap pengadilan. Yang bersangkutan harus patuhi proses hukum yang ada,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, HW melakukan penipuan dengan mengiming-imingi korban bisa masuk menjadi tenaga honorer di lingkungan Pemkot Tangsel, asalkan membayar uang puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Kapolsek Pondok Aren Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, timnya berhasil meringkus HW di rumah istrinya, Dusun Sukamukti, Kelurahan Sukawera, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat pada Minggu, 9 November 2023.
Pihaknya mengamankan barang bukti kuitansi senilai Rp 125 juta yang disetorkan korban ke HW, uang Rp37,5 juta disetor korban ke SA, dan uang Rp 30 juta disetor korban ke HE. Untuk dua pelaku SA dan HE masih dalam pengejaran.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Aas Arbi











