SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Terminal-terminal tipe c di Kabupaten Serang terpantau sepi dari aktivitas angkutan umum. Seperti halnya kondisi di Terminal Anyar, di Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang.
Secara definisi, terminal merupakan pangkalan kendaraan bermotor yang digunakan untuk mengatur kedatangan, keberangkatan naik turun baik penumpang ataupun barang. Namun, aktivitas tersebut tidak terlihat di Terminal Anyar.
Kabid Angkutan Jalan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang, Agus Herlambang, mengatakan jika Pemerintah Kabupaten Serang memiliki empat terminal tipe c yang pengelolaannya ada pada Dishub Kabupaten Serang.
“Ada Tanara di posisi Utara, luas lahannya 12 ribu meter persegi, kedua Tunjung Teja luasan tiga ribu meter persegi. Lalu ada terminal yang agak unik berada di kawasan pasar itu di Terminal Anyar dan ada terminal di kawasan Perumahan Cikande Permai, Terminal Cikande,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya Selasa, 5 Desember 2023.
Ia mengatakan, terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab terminal-terminal yang ada di Kabupaten Serang itu sepi dari kendaraan umum.
“Ini tak lepas dari keberadaan dan perkembangan transportasi yang ada di Kabupaten Serang. Selain itu masyarakat juga banyak yang sudah mempunyai kendaraan pribadi,” katanya.
Selain itu, sepinya terminal juga diyakini menjadi salah stau penyebab angkutan umum tidak mau masuk atau bahkan trayeknya tidak masuk ke wilayah terminal.
“Contoh Tterminal Tanara itu trayek angkutan umumnya baik AKDP maupun angkutan pedesaan hanya sampai Jonjing, mereka tidak ke terminal. Mereka berputar lagi, alasannya karena penumpangnya yang ke arah Tanara minim. Sementara operasional dan bahan bakar tidak mencukupi,” jelasnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Terminal Tunjung Teja, dimana angkot tidak masuk ke dalam terminal dan hanya sampai pertigaan.
“Terminalnya berfungsi karena ada Damri yang masuk ke sana, tinggal angkutan lainnya seperti angkot akan diarahkan masuk. Kita percaya akan berkembang karena di samping terminal ada Pasar Tunjung Teja, seiring berjalannya waktu bisa berkembang, dan terminal akan berjalan,” jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya untuk memaksimalkan fungsi terminal dan menjaga kondisinya agar tetap bagus dan terawat.
“Kondisinya sampai saat ini masih kita jaga dan tetap berfungsi walaupun angkutan penumpang umum yang masuk sampai saat ini operasional angkutannya tidak sampai,” jelasnya.
Sementara, untuk mengoptimalkan fungsi terminal, pihaknya saat ini sudah membentuk koperasi-koperasi di tiap terminal yang ada guna nantinya dapat mewadahi para pengusaha angkutan umum yang masih perorangan agar tetap dapat melakukan perpanjangan.
“Kita melaksanakan pembenahan, karena ada permasalahan pada wadah, karena berkaitan dengan amanah peraturan, yaitu UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ itu mengamanahkan pelaksanaan angkutan itu harus berbadan hokum, bukan lagi perorangan, sederhananya ada koperasi. Dengan adanya koperasi diharapkan akan mudah menarik anggota untuk masuk ke terminal. Ini untuk memaksimalkan fungsi terminal,” terangnya.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemanfaatan 30 persen lahan terminal untuk dapat dikelola untuk pengembangan UMKM.
“Ini amanah Pemerintah Pusat untuk pengembangan UMKM, diharapkan turut mengubah tampilan terminal yang terkesan kumuh menjadi yang ramah untuk masyarakat, dan turut meningkatkan minat pemilik usaha angkutan untuk ke terminal,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono










