SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemprov Banten saat ini tengah mendorong agar modul penanggulangan bencana bisa menjadi salah satu pembelajaran bagi siswa-siswi sekolah di Banten.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Banten Virgojanti mengatakan, modul itu penting untuk meningkatkan edukasi warga khususnya para siswa sekolah tentang mitigasi bencana.
Untuk itu, pihaknya turut melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten untuk melakukan sosialisasi mitigasi bencana.
“Kolaborasi mitigasi bencana ini perlu dilakukan, khususnya di sekolah, agar masyarakat sejak dini atau generasi muda bisa melakukan mitigasi bencana,” katanya, Rabu, 6 Desember 2023.
Ia menyebut, sosialisasi tentang mitigasi bencana itu akan dilakukan secara masif khususnya di tingkatan sekolah. Hal itu mengingat Banten masuk ke dalam daerah rawan bencana.
“Kita sudah rapat koordinasi, tinggal dimasifkan saja dan perlu monitoring. Saya rasa itu tidak terlalu susah ya bisa masuk muatan lokal,” ujarnya.
Virgojanti menuturkan, mitigasi bencana perlu diketahui oleh masyarakat, sehingga mereka dapat melakukan langkah awal bisa terjadi bencana, apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan.
“Jadi nanti mereka mengenal tuh rambu-rambu mitigasi bencana, misalkan ada gempa, longsor atau banjir, mereka bisa tahu apa yang harus dan ke mana harus perginya,” jelasnya.
Lebih jauhnya, Virgo menjelaskan, berdasarkan Undang-undang Nomor 24 tahun 2007, terdapat empat tahapan dalam penanggulangan bencana. Salah satunya yang dilakukan ini adalah tahap pencegahan dan mitigasi.
Dimana dalam tahap ini, pihaknya secara masih memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat agar bisa melakukan evakuasi diri sebelum datangnya bantuan.
“Dengan harapan ketika terjadi bencana di beberapa wilayah, masyarakat memiliki satu kesiapan dalam menghadapi suatu bencana, tidak bingung lagi evakuasinya ke mana mereka sudah mengetahui,” katanya kepada awak media.
Sementara, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Banten Nana Suryana mengungkapkan, hampir seluruh daerah memiliki potensi bencana banjir, tsunami dan longsor.
Kabupaten Lebak dan Pandeglang pun menjadi daerah yang paling rawan karena meningat daerah itu masuk dalam ring of fire atau cincin api Pasifik.
“Kalau banjir hampir disemua kabupaten/kota ada, kalau longsor tentu ada di beberapa kabupaten/kota terutama Lebak Pandeglang. Tapi Kabupaten Serang Cilegon tentu ada potensi-potensi longsor,” katanya.
Meski begitu, pihaknya juga akan kembali memetakan potensi bencana di musim penghujan ini. Sehingga pihaknya dapat melakukan penanganan dan pencegahan dini bila terjadinya bencana.
“Bencana sebelumnya tentu akan menjadi referensi kita bagaimana memetakan potensi bencana saat ini. Sehingga kita nanti suda bisa mengidentifikasi lokasi mana yang menjadi prioritas penanganan,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Aas Arbi











