SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sudah tidak bisa menganggarkan bantuan untuk stabilisasi harga pangan atau sembako melalui Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) dan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN) di tahun 2023.
Untuk itu, seluruh pemerintah daerah disarankan oleh Badan Pangan Nasional (Bapas) berkoordinasi dengan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) guna stabilisasi sejumlah barang kebutuhan pokok, terutama beras.
Kepal Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang Sony August mengatakan, Pemkot Serang diminta oleh Bapanas untuk berkoordinasi dengan Perum Bulog Sub Drive Serang, terkait stabilisasi harga kebutuhan pokok di Kota Serang yang cukup tinggi.
“Kalau berbicara anggaran memang sudah tidak ada, baik APBD mau pun APBN. Tetapi ada arahan dari BAPANAS kalau kami harus koordinasi dengan Bulog, makanya kami tindaklanjuti itu untuk stabilisasi pangan,” ujarnya, Kamis 14 Desember 2023.
Dijelaskan Sony, melalui Perum Bulog Sub Dirve Serang, nantinya Pemkot Serang akan melaksanakan gerakan pangan murah, dan operasi pasar di enam kecamatan yang berada di Kota Serang.
“Ya, kami melakukan gerakan pangan murah atau operasi pasar. Ada di enam kecamatan, dan satu di puspemkot, totalnya tujuh lokasi,” katanya.
Pemkot Serang, kata dia, meminta agar Bulog menyediakan paket sembako yang berisi berupa kebutuhan pokok meliputi beras, minyak goreng, gula putih, telur ayam, dan juga daging yang mengalami kenaikan harga menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru (Nataru) 2024.
“Paket yang kami sediakan, selama ini mencukupi, bahkan tidak ada kekurangan. Biasanya sekitar 400 paket setiap kecamatan,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi










