PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang resah karena belum menerima logistik Pemilu 2024 berupa surat suara.
Surat suara seharusnya sudah diterima karena membutuhkan waktu untuk pelipatan sebelum didistribusikan ke masing-masing TPS di Kabupaten Pandeglang.
Ketua KPU Kabupaten Pandeglang Nunung Nurazizah mengatak, logistik Pemilu 2024 yang paling ditunggu yaitu surat suara.
“Pada saat ini kami sedang resah, kami mengakui hari ini adalah hari ke-47 menuju hari pemungutan suara, di mana kabupaten dan kota lain sudah menerima minimal satu jenis surat suara. Tapi Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, belum menerima satupun jenis surat suara,” katanya dalam acara coffee morning dan diskusi bersama wartawan di Pucuk Pare Cafe dan Resto, Desa Kupa Handap, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Kamis, 28 Desember 2023.
Nunung menjelaskan, penyedia jasa menargetkan mengirimkan semua logistik itu pada tanggal 15 Januari 2023. Jadi semua jenis logistik sudah diterima di gudang Logistik Pemilu KPU Kabupaten Pandeglang.
“Tetapi bisa terbayangkan bagaimana bila lima jenis surat suara itu datang dalam hari yang sama di tempat yang sama dan dengan tenaga pelipat yang sama. Maka hal itu akan merepotkan karena surat suara perlu waktu untuk dilakukan pelipatan,” katanya.
Nunung mengungkapkan, pihaknya perlu menyediakan tenaga pelipat surat suara sebanyak 80 orang. Jika di Kabupaten Serang sudah lebih dulu menerima, mereka melakukan pelipatan surat suara selama 8 hari dengan jumlah suara 1,2 juta surat suara.
“Sedangkan di Pandeglang untuk satu jenis surat suara estimasi satu juta surat suara. Jadi kalau kita menerima lima jenis surat suara dalam satu waktu, Insya Allah ada lima juta surat suara. Total waktu pelipatannya sama jika berkaca kepada Kabupaten Serang,” katanya.
Apabila berkaca kepada KPU Kabupaten Serang, berarti KPU Pandeglang membutuhkan lebih dari 80 orang tenaga pelipat suara.
“Selain hal pelipatan, yang belum kami terbayangkan ialah soal distribusi. BMKG memprediksi hujan itu di tanggal 12 Februari 2024. Sementara logistik maksimal H-1 atau tanggal 13 Februari harus sudah ada di TPS. Jadi kami berburu dengan waktu dengan cuaca dan juga. Sejauh ini kami masih belum yakin mengenai gudang transit di PPK apakah ini aman atau tidak. Kami sedang melakukan survey atau monitoring ke beberapa gudang,” katanya.
Terkait permasalahan ketersediaan gudang transit logistik Pemilu, pihaknya meminta Kesbangpol memfasilitasinya.
“Tapi karena keterbatasan tempat di setiap kecamatan, jadi kami tidak bisa memaksa. Kemudian secara anggaran (untuk biaya sewa) kami juga belum melihat ada anggaran untuk sewa gudang buat logistik tingkat PPK atau kecamatan. Permasalah tersebut juga sudah dikonsultasikan kepada KPU Banten,” katanya.
Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan pada KPU Kabupaten Pandeglang Samsuri menambahkan, terkait logistik Pemilu yang masih ditunggu itu surat suara.
“Kami masih menunggu kedatangan surat suara. Kalau melihat perkembangan, kabupaten dan kota lain di Banten ini sudah menerima surat suara,” katanya.
Surat suara sudah sampai di gudang logistik masing-masing. Secara bertahap sudah melakukan pelipatan surat suara.
“Pandeglang dan Lebak ini belum menerima surat suara yang paling prinsip. Karena kalau kita akumulasikan setiap satu pemilihan satu juta, kalau lima pemilihan ini kan kurang lebih lima jutaan,” katanya.
Samsuri menegaskan, kaitan surat suara ia juga sudah melakukan komunikasi dengan KPU kabupaten dan kota lain yang sudah lebih dulu menerima surat suara. Waktu pelipatan satu juta surat suara itu untuk pelipatan kurang lebih memakan waktu seminggu.
“Kalau dikalikan lima juta berarti rentang waktunya banyak. Kita lagi memikirkan pola apa yang akan dipakai untuk mempercepat waktu pelipatan surat suara karena ke khawatiran kita surat suara tiba di waktu bersamaan,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi











