CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kota Cilegon mencatat sepanjang 2023 terdapat 157 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Cilegon.
Hal itu diungkapkan Kepala Unit Penegakan Hukum pada Satlantas Polres Cilegon Ipda Dwi Maryanto saat ditemui Radar Banten di ruang kerjanya, Jumat 5 Januari 2024.
“Ada 157 kasus kecelakaan di wilayah hukum Cilegon dan korban yang meninggal dunia mencapai 23 orang selama 2023 kemarin,” kata Dwi.
Lebih lanjut, Ipda Dwi menjelaskan, dari ratusan kecelakaan lalu lintas tersebut kebanyakan kecelakaan terjadi di jalan nasional.
“Status jalan kan di kita ada lima, ada nasional, provinsi, kota, kabupaten dan desa. Jadi hampir semua terjadi di nasional seperti di jalan Anyer-Cinangka dan Grogol-Merak,” jelasnya.
Dirinya juga menjelaskan, faktor penyebab kecelakaan diantaranya, adanya faktor alam, jalan, kendaraan teknologi, pengemudi dan lain-lain.
“Dari sekian kasus itu kebanyakan human eror. Jadi pengemudi itu adalah faktor human eror itu mencapai 151 yang kendaraan hanya 6 kasus,” katanya.
Pada kesempatan itu, Dwi juga menyampaikan, jumlah kasus kecelakaan itu didominasi oleh kendaraan roda dua. “Dari jumlah kasus, kecelakaan didominasi kendaraan roda dua,” tuturnya.
Dwi juga mengungkapkan, bahwa di wilayah hukum Cilegon terdapat titik-titik rawan kecelakaan, seperti terjadi di Jalan Nasional Anyer-Cinangka dan Cilegon Merak.
“Rata-rata korban meninggal dunia kecelakaan di jalan itu. Itu faktornya bermacam-macam karena gelap dan rambu-rambu juga kurang,” katanya.
Untuk itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam berkendara, selalu mentaati peraturan di jalan raya baik itu mentaati rambu lalu lintas maupun kecepatan kendaraan dan kelengkapan dokumen STNK, SIM dan sebagainya serta jangan lupa memakai helm.
“Karena helem itu faktor utama, selama ini rata-rata orang yang meninggal dunia itu tidak menggunakan helm, makanya saya sering mewanti-wanti penggunaan helm itu. Jadi kalau sayang sama anak terus diingatkan penggunaan helm karena itu penting walaupun deket tapi kan kita nggak tahu namanya bahaya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Abdul Rozak











