LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Bendungan Karian yang merupakan bendungan terbesar ketiga di Indonesia. Keberadaannya untuk menyuplai kebutuhan air bersih di Banten, DKI Jakarta dan sebagian wilayah Jawa Barat.
Diresmikan Presiden Joko Widodo, Bendungan Karian memi memiliki volume tampungan sebesar 315 juta m3, dan memiliki luas genangan sebesar 1.773 Ha. Bendungan merupakan bendungan multifungsi, yakni ada pembangkit listrik mikrohidro serta pengendali banjir di Kecamatan Rangkasbitung.
Presiden Jokowi menyebutkan, Bendungan Karian akan memberikan manfaat bagi masyarakat di Provinsi Banten, DKI Jakarta dan sebagian kecil di Jawa Barat.
“Pertama, manfaat irigasi bagi 22.000 Ha sawah. Kedua, akan memenuhi kebutuhan air baku dengan kapasitas 14,6 m3 per detik di Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kota Jakarta Barat, dan Kabupaten Bogor,” kata Presiden Jokowi, saat meresmikan Bendungan Karian, Senin 8 Januari 2023.
Selain itu, Bendungan Karian juga memiliki manfaat reduksi banjir bagi kawasan hilir bendungan sebesar 60,8 juta m3. Diproyeksikan, Bendungan Karian akan mereduksi daerah genangan sebesar 164 Ha di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak dan 1.027 Ha di Kabupaten Serang.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau – Ciujung – Cidurian (BBWS C3) I Ketut Jayada berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan Bendungan Karian. Karena keberadaan Bendungan Karian pemanfaatannya bisa segera dilakukan supaya lebih optimal.
“Akhirnya perjalanan kita sukses. Setelah ini kita berharap bisa segera dimanfaatkan, dengan apa yang sudah dipaparkan presiden sebelumnya tentang manfaat. Kita bisa dapat manfaatkan dan sesuai harapan sesuai pembangunan,” kata usai peresmian Bendungan Karian.
Dilanjutkannya, Bendungan Karian akan terus dijaga secara operasional dan pemeliharaannya agar bisa berfungsi dengan baik. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan dengan baik di masyarakat.
“Bendungan sangat luas, di daerah operasional bendungan kurang lebih 4 ha memang tertutup untuk umum. Tapi bendungan sangat luas keliling danau bendungan 120 km, di situ masyarakat bisa manfaatkan spot untuk wisata, perikanan, dan lainnya. Tapi daerah sini, objek vital tidak boleh masuk selain petugas,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya











