PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, melalui Pemerintah Kecamatan Angsana, mengunjungi rumah seorang ibu yang menjalani persalinan dengan ditandu.
Kunjungan ini untuk memastikan bahwa kesehatan ibu tersebut berada dalam kondisi baik.
Camat Angsana, Acep Jumhana, menyatakan bahwa pihaknya bersama Kepala Puskesmas Angsana telah melakukan kunjungan ke lokasi di mana ibu tersebut melakukan persalinan. Ia menegaskan bahwa kondisi ibu dan bayinya dalam keadaan sehat.
“Awalnya, perjalanan dilakukan dengan kendaraan, namun pasien akhirnya harus diangkut menggunakan tandu setelah menjalani proses persalinan dan jahitan oleh bidan. Keputusan ini diambil karena kondisi jalan desa ini tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan roda dua ataupun roda empat, ditambah kondisi cuaca saat ini hujan dan licin,” terangnya, Senin, 5 Februari 2024.
“Jadi pasiennya ingin langsung pulang atas keinginannya sendiri,” sambungnya.
Alasan penggunaan tandu, menurutnya, disebabkan karena jalan yang dilewati tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Oleh karena itu, warga dan stakeholder setempat turut membantu menangani ibu tersebut.
“Syukur alhamdulillah, bayi dan ibunya selamat serta dalam keadaan sehat. Oleh karena itu, kami telah berkunjung ke rumahnya untuk memberikan bantuan dan pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Acep menyampaikan, untuk upaya ke depannya mudahan-mudahan anggaran desa untuk tahun ini bisa dialokasikan ke jalan tersebut,
“Ya, sehingga pelayanan masyarakat di daerah tersebut bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Ibu yang melahirkan itu bernama Kusni. Ia istri dari Usman, warga Kampung Babakan Keusik, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang.
Kusni melahirkan di wilayah tersebut lantaran mengikuti suaminya yang tinggal di kampung tersebut.
Kusni terpaksa ditandu sejauh 10 kilometer setelah melakukan persalinan akibat jalan yang menjadi akses utama warga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Berdasarkan video dan informasi yang diterima RADARBANTEN.CO.ID, peristiwa ini dialami Kusni pada Sabtu, 3 Februari 2024. (*)
Editor: Agus Priwandono











