KARAWACI, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 51 warga Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, dilarikan ke rumah sakit, tadi pagi, 6 Februari 2024.
Puluhan warga itu keracunan gas amoniak yang berasal dari kebocoran gas milik sebuah pabrik es.
Kepolres Metro Tangerang Kota,
Kombes Zain Dwi Nugroho, membenarkan adanya kebocoran gas amoniak milik sebuah pabrik es yang berlokasi Koang Jaya.
Zain mengatakan, kebocoran gas terjadi pada tadi pagi, pukul 03.00 WIB.
Gas tersebut seketika menyebar ke permukiman warga. Dimana, saat itu mayoritas warga sedang tertidur pulas.
“Pada Selasa, 6 Februari, pukul 03.00 WIB telah terjadi kebocoran gas amoniak. Gas tersebut menyebar ke permukiman warga. Korban sudah ditangani dan dirawat di rumah sakit,” ujarnya.
Zain mengatakan, akibat kebocoran gas tersebut membuat puluhan korban harus menjalani perawatan di rumah sakit. Yakni empat orang di Sari Asih Sangiang, 16 orang di Sari Asih Karawaci, empat orang di rumah sakit Sari Asih Arrahman, dan RS Hermina 27 orang.
“Beberapa warga sudah dibawa ke rumah sakit. Di antaranya RS Sari Asih Sangiang empat orang, di Sari Asih Karawaci enam orang, Arrahman empat orang, dan RS Hermina 27 orang,” jelasnya.
Adapun langkah yang dilakukan pihak Polres Metro Tangerang Kota yakni dengan mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian, serta koordinasi dengan BPBD Kota Tangerang dan Damkar Kota Tangerang.
“Kita juga telah melakukan lokalisir jangan sampai masyarakat mendatangi lokasi, karena dambak bau gas amoniak ini cukup menyengat baunya dan membahayakan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Kepolisian juga telah melakukan evakuasi masyarakat sekitar yang kediamannya berjarak 100-300 meter dari lokasi pabrik es untuk menjauh sementara guna mengantisipasi dampak gas amoniak yang cukup membahayakan kesehatan.
Penyebab kebocoran, sambung Zain, dugaan sementara disebabkan oleh terbukanya sebuah pipa saat proses produksi es.
“Dugaan sementara adalah gas amoniak, tadi ada sebuah pipa yang terbuka kemungkinan bocor pada saat proses produksi. Intinya kita lebih fokus ke penanganan warga dulu ya, supaya mereka bisa kembali sehat,” pungkasnya.
Camat Karawaci, Mahdiar, mengatakan, pihaknya telah memanggil pemilik usaha tersebut dan memintanya untuk bertangung jawab atas kebocoran tersebut.
“Kita sudah panggil pihak pemilik. Kita minta mereka bertanggung jawab terhadap dampak yang ada. Kita juga minta mereka menyampaikan perizinan yang dmiliki sehingga nanti jika ada hal-hal yang harus ditindaklanjuti bisa diambil langkah konkret berkoordinasi dengan dinas teknis,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











