SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Selama Januari-Februari 2024, ada peningkatan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Serang.
Berdasarkan data yang diterima oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, ada 98 kasus. Jauh lebih tinggi dibandingkan kasus serupa selama tahun 2023 yang hanya 38 kasus DBD.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Serang, Istianah Hariyanti, mengatakan bahwa pada dua bulan pertama tahun ini, terdapat peningkatan kasus yang sangat signifikan apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Untuk Januari ada 61 kasus, untuk Februari ini berdasarkan data terakhir ada 37 kasus. Mudah-mudahan tidak ada penambahan kasus lagi. Itu yang terkonfirmasi positif ya,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin, 26 Februari 2024.
Jumlah kasus DBD terbanyak selama tahun 2024 ini terjadi di Kecamatan Ciomas.
“Januari ini ada tujuh, Februari sudah ada empat kasus,” imbuhnya.
Ia mengatakan, peningkatan kasus DBD di Kabupaten Serang disebabkan oleh beberapa faktor yang tentunya harus menjadi perhatian orang tua.
“Ada peningkatan kasus pada bulan Januari dan Februari, ini berkaitan dengan datangnya musim hujan dan kewaspadaan masyarakat menurun terhadap DBD,” jelasnya.
Ia mengatakan, ada sejumlah gejala dari BDB yang harus diketahui oleh orang tua. Mulai dari demam tinggi terus menerus selama 2-7 hari, terkadang disertai nyeri uluh hati, mual, bintik-bintik merah atau pendarahan di bawah kulit, atau bahkan sampai mimisan.
“Apabila muncul gejala seperti itu harus segera dibawa ke rumah sakit sehingga dapat tertangani. Ini penting agar tidak ada masyarakat yang menjadi korban,” tegasnya.
Ia mengaku, pada tahun lalu menurunnya jumlah kasus DBD di Kabupaten Serang tak terlepas dari upaya masyarakat Kabupaten Sernag yang menjaga lingkungannya. Bahkan, tahun lalu ada Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (Gesit).
“Tahun ini agak kendor, Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik itu setiap keluarga harus bertanggung jawab terhadap lingkungan keluarganya masing-masing. Jadi harus memastikan di rumahnya dan di sekitar rumahnya tidak ada jentik nyamuk,” tegasnya.
Dalam upaya pencegahan tersebut, ada upaya 3M Plus yang harus dilakukan oleh setiap keluarga agar memastikan tidak ada nyamuk yang berkembang biak di lingkungannya.
“DBD dicegah dengan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus, yakni menutup tempat penyimpanan air, menguras dan menyikat bak mandi atau tempat penampungan air lain seminggu sekali, mendaur ulang sampah agar tidak menumpuk dan jadi sarang nyamuk, dan terakhir plus melindungi diri dari gigitan nyamuk,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











