SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ikatan Alumni (IKA) Universitas Lampung (Unila) Banten bersama Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Palang Merah Indonesia (PMI) Banten, dan Radar Banten Group menggelar donor darah untuk para alumni Unila dan masyarakat umum.
Kegiatan donor darah itu berlangsung di Graha Pena Radar Banten, di Jalan Kolonel Tubagus Suwandi, Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Sabtu, 9 Maret 2024.
Para pendonor tampak antusias untuk mendonorkan darahnya dalam misi kemanusiaan. Selain donor darah, tersedia juga pelayanan skrining kesehatan untuk para peserta.
Ketua IKA Alumni Unila Banten, Agus M Tauchid, mengatakan, donor darah itu merupakan bentuk aksi kemanusiaan dari IKA Unila Banten. Sebab, saat ini alumni Unila yang berada di Provinsi Banten tidak kurang dari 1.000 orang.
“Pertama ini sebuah inisiasi dari IKA Unila Provinsi Banten. Kami punya kekuatan anggota IKA Unila di Banten itu mencapai 1.000 alumni. Pertama ini aksi kemanusiaan, kita sama-sama ketahui karena negara sedang dihadapkan dengan situasi kebencanaan, banjir, dan kemarau,” ujar Agus di Graha Pena Radar Banten.
Agus menjelaskan, aksi donor darah itu merupakan bentuk kontribusi nyata dari IKA Unila terhadap bangsa dan negara.
“Harapan utamanya dengan adanya donor darah ini akan menjadi pendorong dan IKA Unila hadir di Banten bersama warga dan pemerintah,” katanya.
Agus menuturkan, aksi donor darah tersebut hanya dilakukan satu hari saja. Hal ini juga dijadikan momen bagi para IKA Unila untuk berkumpul dalan rangka kemanusiaan.
“Kami melakukan aksi donor darah ini hanya untuk satu hari saja dengan target 50-100 orang. Kami ingin berkumpul untuk melakukan konsolidasi kemanusiaan, bagaimana IKA Unila berbuat dan beraksi nyata,” tuturnya.
Selain donor darah, lanjut Agus, pihaknya juga akan menggelar bazar murah berupa sembako untuk membantu masyarakat umum.
“Kita juga ada bazar murah. Dengan kondisi saat ini perkembangan harga sembako yang cukup tinggi menjelang Ramadan. Kami ingin menunjukkan respect nyata bagaimana situasi kondisi sosial yang terjadi saat ini,” katanya.
Sementara itu, Tim Laboratorium PMI Kabupaten Serang, Lilih Maslihah mengatakan, bagi yang ingin mendonorkan darah harus memenuhi berbagai persyaratan.
“Kondisinya kalau kita dari berat badan 47 kilogram, persyaratan lainnya tiga hari sebelumnya tidak minum obat apa pun kecuali vitamin. Kalau untuk wanita tidak boleh mendonor kalau kondisinya sedang menstruasi,” katanya.
Berdasarkan hasil pendonor yang digelar IKA Unila itu, kata dia, mayoritas pendonor lebih banyak memiliki golongan darah O dan B.
“Kalau kita di Indonesia ini kan kebanyakan golongan darah O, di sini juga kebanyakan golongan darah O dan B,” ucapnya.
Menurutnya, saat ini PMI Kabupaten Serang sudah memiliki stok darah aman hingga memasuki pertengah bulan Ramadan.
“Ini juga persiapan bulan puasa. Stok kita udah sampai 2.200 kantong, sampai pertengahan bulan puasa ini stok kita masih aman,” ujarnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











