PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 50 unit rumah warga di Kampung Eretan, Desa Surianen, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, kembali terendam banjir setinggi 50 sentimeter sampai satu meter akibat luapan Sungai Cilemer.
Belum tiga bulan, Januari 2024 hingga 9 Maret 2024, Kampung Eretan, Desa Surianen, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang sudah dua kali terendam banjir.
Menurut warga Kampung Eretan, Abdul Haris, air mulai naik merendam rumah sejak jam 24.00 WIB. Sampai sekarang, ketinggian air terus naik.
“Ketinggian air setengah meter lebih. Rumah yang terendam ada sekitar 50 rumah,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 9 Maret 2024.
Banjir ini akibat dari luapan Sungai Cilemer. Banjir ini terjadi karena curah hujan lebat dan tidak lancar aliran air ke lautnya.
“Selain karena memang curah hujan tinggi, banjir juga disebabkan salah satu pintu air mengalami kerusakan. Jadi sekalipun sudah ditanggul agar tidak banjir, air dapat tetap masuk,” katanya.
Warga lainnya, Abdul Rozak, mengatakan, kalau rumahnya sudah terendam banjir dari Jumat, 8 Maret 2024, sekira jam 17.00 WIB.
“Karena memang berada di dataran rendah dekat tepi Sungai Cilemer. Semalam ketinggian air mencapai satu meter lebih,” katanya.
Ketika ditanya apakah bisa masak, Rozak mengaku, kalau masak masih bisa.
“Penyebab banjir karena banjir langganan. Tahun 2024 ini sudah dua kali,” katanya.
Saat banjir yang pertama, membuat tanaman pertanian warga pada habis. Singkong sama timun suri tidak bisa dipanen.
“Karena memang waktu itu tanamannya masih kecil sudah kebanjiran. Harusnya bisa dipanen sekarang ini tapi banjir yang pertama semuanya habis,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











