CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon mencatat berkurangnya animo masyarakat untuk melakukan donor darah selama bulan Ramadan.
Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi pada bulan Februari lalu atau sebelum Ramadan yang mencatat jumlah donasi darah dari pendonor sangat melimpah.
Dokter Fungsional UDD PMI Kota Cilegon, Teti Yuliani menjelaskan, permintaan darah terus meningkat di Cilegon. Namun stok menurun lantaran kurangnya orang yang melakukan donor darah.
Seperti diketahui, stok darah yang ada di UDD PMI Kota Cilegon hingga Minggu 17 Maret 2024 pukul 12.00 WIB terdiri dari golongan darah A sebanyak 10 kantung, golongan darah B sebanyak 16 kantung, golongan darah O sebanyak 18, dan golongan darah AB sebanyak 5 kantung.
“Permintaan donor darah meningkat namun stok terus turun dengan stok donor darah yang dilaporkan pada hari ini Minggu (17/3),” kata Teti.
Untuk mengatasi terus berkurangnya stok darah tersebut, pihaknya melakukan langkah-langkah untuk peningkatan stok dengan mengadakan layanan donor darah sukarela setiap hari di Tugu Landmark pada pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB atau menjelang buka puasa selama Ramadan.
“Selain itu, kami juga membuka donor darah sukarela di belakang RS Krakatau Medika pada pukul 8.00 WIB sampai 20.00 WIB, ini juga sama buka setiap hari,” ujarnya.
Namun demikian, meski buka setiap hari di dua lokasi tersebut, ditambah ada fatwa MUI yang menyatakan bahwa donor darah tidak membatalkan puasa, tapi masih banyak yang memiliki pandangan bahwa kegiatan ini harus dihindari selama puasa.
“Padahal, menurut fatwa MUI, donor darah itu tidak membatalkan puasa. Namun, bagi yang ragu, donor darah dapat dilakukan setelah berbuka puasa,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Teti berharap meski dalam keadaan puasa semoga banyak masyarakat yang bersedia mendonorkan darah, mengingat distribusi darah selama sebulan itu mencapai kurang lebih 700-800 kantong darah.
“Untuk bulan ini, kami belum memiliki data pasti, namun sebelumnya kami membutuhkan sekitar 700-800 kantong darah per bulan,” akunya. Seraya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyumbangkan darah, demi menjaga stok darah yang memadai untuk kebutuhan medis selama bulan Ramadan ini. (*)
Reporter: Raju
Editor: Agung S Pambudi











