slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Pandeglang

Dinas Pertanian Pandeglang Butuh Rp50 Miliar untuk Bangun Penggilingan Padi Modern

Purnama Irawan by Purnama Irawan
29-03-2024 15:02:00
in Pandeglang
Dinas Pertanian Pandeglang Butuh Rp50 Miliar untuk Bangun Penggilingan Padi Modern

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Nasir.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang membutuhkan biaya Rp50 miliar untuk membangun penggilingan padi modern atau RMU (Rice Milling Unit) di Kabupaten Pandeglang.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Kabupaten Pandeglang Nair, penggilingan padi modern sangat dibutuhkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Pandeglang.

Baca Juga :

Selama 2026, Komnas PA Kabupaten Serang Tangani 49 Kasus Kekerasan Anak

Ribuan Lulusan SD di Kabupaten Serang Tak Tertampung di SMP Negeri

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

500 Rumah di Desa Kadugenep dapat Bantuan Sambungan Rumah dari Perumda Tirta Al Bantani

Kepala DPKP Kabupaten Pandeglang Nasir mengatakan, membangun sebuah pabrik penggilingan padi modern biaya cukup besar.

“Kurang lebih membutuhkan anggaran sebesar Rp50 miliar,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon seluler, Jumat, 29 Maret 2024.

Anggaran sebesar itu, diungkapkan Nasir, sementara ini belum dapat dialokasikan dari APBD. Kalau ke pemerinag pusat mungkin saja tapi pihaknya sudah beberapa kali mengajukan kepada Kementerian Pertanian namun belum bisa direalisasikan.

“Saya sendiri sempat mengusulkan agar pabrik penggilingan padi modern itu dibiyai oleh BUMD. Biar nanti yang mengelola BUMD,” katanya.

Salah satu BUMD yang diusulkan agar dapat membangun pabrik penggilingan padi modern yaitu  BUMD Provinsi Banten, PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM).

“Kalau untuk lahan buat bangun pabriknya kita sudah punya. Tinggal ketersediaan alokasi anggarannya yang saat ini kita harapkan bisa bekerja sama dengan BUMD,” katanya.

Terkait hal itu, ia juga sudah melakukan komunikasi dengan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid agar dapat mendorong terwujudnya penggilingan padi modern di Kabupaten Pandeglang.

“Penggilingan padi modern ini sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani juga,” katanya.

Petani akan sejahtera ketika harga gabah yang dijualnya stabil.

“Jadi harga gabah dibeli sesuai HET. Sekalipun di pasar tengah banjir beras,” katanya.

Berbeda dengan sekarang ini, ketika petani mulai panen maka di pasaran banjir beras. Sebaliknya ketika memasuki musim tanam harga beras di pasar malahan naik.

“Kondisi ini tentunya merugikan petani. Khususnya petani Kabupaten Pandeglang dan umumnya petani Banten,” katanya.

Sementara ini, Kabupaten Pandeglang salah satu penyuplai pangan beras nasional. Hasil produksi gabah mencapai 960 ribu ton per tahun. Namun gabah yang dipanen dari Pandeglang langsung dijual ke luar daerah.

“Hal itu terjadi karena memang di Pandeglang belum memiliki pabrik penggilingan padi yang modern. Yang mana akan menghasilkan beras kualitas premium,” katanya.

Berdasarkan sepengetahuannya, beras dihasilkan dari penggilingan padi modern itu awet saat disimpan lama. Jadi tidak mudah bau apek dan berkutu.

“Tapi berbeda dikala kita menggiling beras dari penggilingan sekitar kita maka beras dihasilkan itu cepat kutuan. Padahal dari gabah yang sama tapi dari penggilingan beda sehingga kualitasnya juga berbeda,” katanya.

Oleh karena itu, diungkapkan Nasir, ia memiliki tekad kuat aga dapat mewujudkan penggilingan padi modern di Kabupaten Pandeglang. Jika dikelola oleh BUMD dengan berinvestasi Rp50 miliar tidak akan mengalami rugi.

“Sebab beras dihasilkan berkualitas. Kemudian petani juga senang karena gabahnya dibeli sesuai HET,” katanya.

Kemudian BUMD juga tidak akan rugi beras tidak laku. Sebab beras kebutuhkan pokok dan bisa juga dijual kepada ASN se-Provinsi Banten.

“Tujuan utamanya membantu petani agar harga gabah dijual stabil. Kalau sekarang ini mereka tak bisa menahan penjualan gabah karena kalau disimpan lama kualitasnya menurun,” katanya.

Jadi, ditegaskan Nasir, sangat penting dibangunnya sebuah pabrik penggilingan padi modern.

Selain butuh penggilingan padi modern, petani juga butuh kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) dari Rp5.000 menjadi Rp6.000 per kilogram.

“Itu sangat ideal bagi petani untuk bisa mendapatkan untung dari besarnya biaya operasional tanam padi,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Desa Palanyar, Kecamatan Cipeucang Nana Sudarna, mengungkapkan, warga Desa Palanyar mayoritas petani.

“Menjadi salah satu desa lumbung beras di Kabupaten Pandeglang,” katanya.

Di Desa Palanyar terdapat sumber air yang melimpah, serta terdapat ratusan hektare lahan pesawahan.

“Tanahnya yang subur membuat hasil panen padi di Palanyar cukup bagus. Namun sayang hasil panen padi tidak bisa dijadikan untuk cadangan beras,” katanya.

Setiap kali panen, para petani langsung menjual gabahnya dalam bentuk utuh. Artinya bukan dalam berupa beras tetapi masih berupa gabah.

“Kondisi itu terpaksa dilakukan karena memang banyak petani tidak memiliki tempat atau ruangan cukup tempat menyimpan. Ditambah kalau dalam bentuk gabah disimpan terlalu lama hal itu akan membuat kualitasnya menurun,” katanya.

Oleh karena itu, para petani lebih banyak memilih menjual dalam bentuk gabah ketimbang dalam bentuk beras.

“Kalau bentuk beras untuk saat ini secara itung-itungan rugi. Sebab di sini itu belum tersedia penggilingan padi yang modern,” katanya.

Saat ini, diungkapkan Nana, para petani menjual gabah sebagian besar ke Ciruas, Kabupaten Serang. Di sana itu terdapat tempat penggilingan modern.

“Sehingga banyak gabah dari kita di jual ke sana. Terus warga Pandeglang beli beras hasil giling dari Ciruas yang banyak juga dijual di pasar,” katanya.

Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi

Tags: BUMDCiruasDesa Palanyargabah kering gilinghpp gkpkabupaten pandeglangkabupaten seranglumbung beraslumbung panganmesin oven pengering gabahpenggilingan padi modernPetani
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

FK-PKBM Pandeglang Gelar Workshop Uji Kesetaraan dan Tingkatkan  Akses Pendidikan Bagi Anak Tidak Sekolah

Next Post

Objek Fidusia Dialihkan Tanpa Izin, Debitur Nakal Dilaporkan FIF Group Banten ke Polisi

Related Posts

Kekerasan anak kabupaten serang
Kabupaten Serang

Selama 2026, Komnas PA Kabupaten Serang Tangani 49 Kasus Kekerasan Anak

by Ahmad Rizal Ramdhani
Kamis, 4 Juni 2026 07:38

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Sepanjang tahun 2026 Komnas Perlindungan Anak (PA) Kabupaten Serang menangani sebanyak 49 kasus kekerasan yang menimpa anak-anak di Kabupaten...

Read moreDetails

Ribuan Lulusan SD di Kabupaten Serang Tak Tertampung di SMP Negeri

Layanan Digital PT BPR Serang Segera Dilaunching, Tunggu Izin dari Bank Indonesia

500 Rumah di Desa Kadugenep dapat Bantuan Sambungan Rumah dari Perumda Tirta Al Bantani

Pemerintah Kecamatan Petir Dorong Desa-desa Kelola Sampah Secara Mandiri

Wabup Najib Hamas Ajak Pelaku Usaha Pariwisata Jaga Kenyamanan Wisatawan

Wisata Pantai Karang Bolong di Serang, Pantai Ikonik dengan Karang Berlubang yang Sarat Sejarah

Tiga Perusahaan di Kabupaten Serang Lakukan PHK 409 Karyawan, Alasan Efisiensi dan Penurunan Order

Pemkab Serang Sebut 98 persen Aset Sudah Diserahkan ke Pemkot Serang

Hindari Kerugian, PT PWI II Lakukan PHK 96 Pegawai

Next Post
Objek Fidusia Dialihkan Tanpa Izin, Debitur Nakal Dilaporkan FIF Group Banten ke Polisi

Objek Fidusia Dialihkan Tanpa Izin, Debitur Nakal Dilaporkan FIF Group Banten ke Polisi

Komite SMAN CMBBS Pandeglang  Sukses Gelar Program Tali Asih

Komite SMAN CMBBS Pandeglang  Sukses Gelar Program Tali Asih

Fitron-Lucky Hakim dan Iing-Risya Natakusumah Berpotensi Head to Head di Pilbup Pandeglang

Fitron-Lucky Hakim dan Iing-Risya Natakusumah Berpotensi Head to Head di Pilbup Pandeglang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Program MBG Kota Serang

8.727 Siswa di Kota Serang Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Terbanyak dari Jenjang SD

Kamis, 4 Juni 2026 11:14
Korupsi Pdam Lebak

Direktur PT BLP Divonis Bebas Dalam Kasus Korupsi PDAM Lebak, Kuasa Hukum: APH Seharusnya Hati-hati

Kamis, 4 Juni 2026 10:38
Pencopotan Kepala BGN

Perbaikan Program MBG, Fraksi Gerindra Apresiasi Prabowo Ganti Kepala BGN

Kamis, 4 Juni 2026 09:40
Debt Collector Keroyok Brimob

Polda Banten Buru Debt Collector yang Keroyok Dua Anggota Brimob

Kamis, 4 Juni 2026 08:24
Sindikat Pencurian Kabel

Bahayakan Perjalanan, Polda Banten Ringkus Sindikat Pencurian Kabel Persinyalan Kereta Api

Kamis, 4 Juni 2026 08:03
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ketika Kejatuhan Dirayakan

Kamis, 4 Juni 2026 07:53
Program MBG Kota Serang

8.727 Siswa di Kota Serang Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Terbanyak dari Jenjang SD

Kamis, 4 Juni 2026 11:14
Korupsi Pdam Lebak

Direktur PT BLP Divonis Bebas Dalam Kasus Korupsi PDAM Lebak, Kuasa Hukum: APH Seharusnya Hati-hati

Kamis, 4 Juni 2026 10:38
Pencopotan Kepala BGN

Perbaikan Program MBG, Fraksi Gerindra Apresiasi Prabowo Ganti Kepala BGN

Kamis, 4 Juni 2026 09:40
Debt Collector Keroyok Brimob

Polda Banten Buru Debt Collector yang Keroyok Dua Anggota Brimob

Kamis, 4 Juni 2026 08:24
Sindikat Pencurian Kabel

Bahayakan Perjalanan, Polda Banten Ringkus Sindikat Pencurian Kabel Persinyalan Kereta Api

Kamis, 4 Juni 2026 08:03
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ketika Kejatuhan Dirayakan

Kamis, 4 Juni 2026 07:53

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Program MBG Kota Serang

8.727 Siswa di Kota Serang Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Terbanyak dari Jenjang SD

by Nahrul Muhilmi
Kamis, 4 Juni 2026 11:14

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID– Sebanyak 8.727 sasaran di Kota Serang tercatat menolak menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah pusat....

Korupsi Pdam Lebak

Direktur PT BLP Divonis Bebas Dalam Kasus Korupsi PDAM Lebak, Kuasa Hukum: APH Seharusnya Hati-hati

by Fahmi
Kamis, 4 Juni 2026 10:38

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Kuasa Hukum Direktur PT Bintang Lima Perkasa (BLP) Anton Sugiyo Wardoyo, Deolipa Yumara buka suara terkait vonis...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak