LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Tetravalent Dengue Vaccine (TDV) sudah tersedia di Indonesia. Namun, untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak tetap memberikan imbauan kepada warga Lebak untuk tetap melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menerapkan 3M Plus yang dinilai paling efektif dan efisien dalam mencegah DBD.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, dr. Budhi Mulyanto mengatakan, meski sudah tersedia di Indonesia, namun vaksin TDV belum ada di seluruh rumah sakit yang di setiap daerah termasuk Kabupaten Lebak.
“Memang sudah tersedia, tetapi baru ada di beberapa rumah sakit besar,” kata Budhi kepada wartawan, Sabtu, 30 Maret 2024.
Budhi tetap meminta masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menerapkan 3M Plus pada setiap rumah untuk mencegah DBD.
“Membersihkan tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, memanfaatkan barang bekas untuk didaur ulang. Plusnya bisa dengan memberikan larvarsida pada penampungan air, menggunakan obat nyamuk dan membersihkan lingkungan,” ujar Budhi.
Diungkapkannya, selain itu biaya pemberian vaksin TDV yang cukup mahal menjadi faktor, sehingga belum seluruh rumah sakit menyediakan layanan pemberian vaksin.
“Masa kedaluwarsa vaksin juga relatif singkat,” ucapnya.
Ia menjelaskan, vaksin TDV diberikan kepada masyarakat yang belum maupun yang sudah pernah menderita DBD.
Budhi menyebut, tingkat efikasi vaksin dalam mencegah dampak dari virus dengue mencapai 90 persen.
“Kemudian harus ada jumantik (juru pemantau jentik nyamuk) dari anggota keluarga yang dilatih untuk mengidentifikasi jentik nyamuk di penampungan-penampuang air dengan menggunakan sumber cahaya seperti senter,” jelasnya.
Lebih lanjut, Budhi menyampaikan, kasus DBD terus mengalami peningkatan yang signifikan. Pada Februari 2024 tercatat 610 kasus dan meningkat dua kali lipat hingga akhir Maret 2024.
“Tercatat 1.184 kasus, enam pasien meninggal dunia. Kami minta masyarakat menerapkan 3M Plus karena ini langkah yang paling efektif untuk mencegah DBD,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











