SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meminta masyarakat agar tidak terpancing dengan peristiwa pemukulan seorang ustaz bernama Muhyi oleh oknum bank keliling yang terjadi di Desa Sukacai, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.
Tatu meminta masyarakat untuk menyerahkan penanganan kasus untuk permasalahan tersebut kepada pihak berwajib. Supaya nantinya tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari, apalagi sampai meluas pada konflik SARA.
“Dikhawatirkan meluas ke konflik etnis dan SARA, ini yang dikhawatirkan. Kalau sudah Sara ini nanti malah kemana-mana, apalagi lokasi kejadiannya di Kabupaten Serang,” katanya saat ditemui usai apel siaga di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten, Rabu 3 April 2024.
Menurutnya, pihak berwajib seperti TNI dan Polri tidak akan tinggal diam dengan kondisi yang terjadi apalagi yang berkaitan dengan tindakan-tindakan yang berbau kekerasan hingga menyebabkan kerugian bagi orang lain.
“Intinya TNI Polri dan pemerintah daerah akan turun ke lapangan supaya meredakan kondisi yang terjadi sehingga konflik tidak semakin meluas,” katanya.
Menurutnya, di bulan suci Ramadan hendaknya masyarakat tidak mudah terpancing dengan kondisi yang terjadi di masyarakat sehingga tidak merusak ibadah di bulan Ramadan.
“Kita jangan terpancing, sehingga mencederai ibadah kita. Terutama pada 10 hari terakhir ini kita harus dengan kepala dingin menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. TNI Polri dan pemerintah tidak akan diam dengan kondisi yang ada sehingga masyarakat tidak perlu menghakimi sendiri karena ada yang lebih berwenang,” tegasnya.
Terkait banyaknya bank keliling khususnya di wilayah Kabupaten Serang, Tatu mengaku hal tersebut masih menjadi PR bagi pemerintah daerah untuk memaksimalkan peran dari bank resmi sehingga masyarakat dengan sendirinya tidak lagi meminjam uang ke bank keliling.
“Bank resmi ini harus terus didorong untuk membantu masyarakat di bawah mungkin yang punya kebutuhan modal. Supaya dengan sendirinya bank keliling ini tidak berfungsi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











