PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Balai Taman Nasional Ujung Kulon menggunakan metode full protection system atau sistem perlindungan penuh kawasan Taman Nasional Ujung Kulon atau TNUK yang menjadi habitat Badak Jawa.
Metode full protection dilakukan oleh BTNUK dinilai mampu menjaga pemburu liar, aksi pembalakan atau aktivitas ilegal di Kawasan TNUK.
Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Ardi Andono mengatakan, Tim BTNUK aktif melakukan kegiatan patroli untuk menjaga kawasan TNUK.
“Patroli dilakukan dengan metode full protection system. Jadi menyisir jalur-jalur yang berpotensi disalahgunakan OTK atau orang tidak dikenal,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, melalui sambungan telepon seluler, Jumat, 19 April 2024.
Ardi menjelaskan, setiap jalur masuk Kawasan TNUK menjadi atensi untuk terus dilakukan pengawasan guna mencegah adanya aktivitas ilegal baik perburuan maupun pembalakan.
“Waktu kemarin, ia juga berkesempatan memantau jalur koridor Badak Jawa di Cibandawoh, Karang Ranjang,” katanya.
Dalam pemantauan tersebut, Ardi mengungkapkan, ia bersama tim melakukan penelusuran sejauh delapan kilometer. Jalur darat dengan berjalan kaki sejauh tiga kilometer, jalur sungai dua kilometer dan jalur laut sejauh tiga kilometer.
“Patroli ini bagian metode full protection system. Dinilai efektif karena kehadiran petugas di lapangan terus menerus dan bergerak, sehingga kawasan kita, 24 jam terjaga,” katanya.
Lebih lanjut Ardi menjelaskan, kegiatan patroli di Semenanjung Ujung Kulon ialah untuk mengidentifikasi setiap celah jalur masuk menuju Kawasan TNUK. Serta kesiapan pemantauan jalur koridor Badak Jawa.
“Khususnya di jalur selatan. Yaitu blok Hulu Pamanggangan Letik-Blok Bandawoh,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi











