TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Asosiasi Perusahaan Jasa Telekomunikasi (APJATEL) mengakui keberadaan kabel fiber optik banyak yang membahayakan keselamatan masyarakat. Seperti menjuntai ke tanah dan menjerat masyarakat yang sedang berkendara.
Ketua APJATEL Tangerang Heri Sadewa mengungkapkan, banyak laporan dari masyarakat yang terjerat kabel fiber optik yang turun menjuntai. “Memang banyak aduan masyarakat, banyak kejadian mengenai pengendara sepeda motor atau orang,” ujar Heri, Rabu 24 April 2024.
Meski begitu, Heri menegaskan, pihaknya tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Hal ini menjadi perhatian bersama baik antara perusahaan jaringan telekomunikasi maupun pemerintah daerah untuk saling berkolaborasi.
“Kita tidak bisa saling menyalahkan, kita kolaborasi bagaimama caranya memperbaiki bareng-bareng, semuanya,” ujarnya.
Heri mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan agar kabel-kabel fiber optik untuk di bawah tanah, sesuai perintah Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel. “Kita sudah siapkan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan memimpin langsung pemutusan kabel-kabel fiber optik yang semrawut di depan Kantor Walikota Tangsel, Jalan Benda Raya, Ciater, Kota Tangsel, Rabu 24 April 2024.
Pilar mengatakan, di tahun ini Pemkot Tangsel kembali merapikan kabel-kabel keberadaannya kian semrawut yang dapat menganggu keamanan pengendara dan mengganggu estetika kota.
“Saat ini wilayah yang sudah bersih di Jalan Prakan, Jalan Benda Raya, dan Jalan Ciater Raya,” ujar Pilar.
Selain di tiga jalan tersebut, dalam waktu dekat pihaknya juga akan merapikan kabel-kabel semrawut di lima ruas jalan lainnya, di antaranya Jalan Serua Raya, Jalan Menjangan, Jalan WR Supratman, Jalan Merpati Raya dan Jalan Kelurahan.
“Kabel-kabel yang sudah diputus akan dimasukan kedalam tanah (subduck),” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor : Aas Arbi











