KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 di RW 14, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, kesal karena setiap hujan turun, wilayahnya kebanjiran.
Seperti yang dialami warga tersebut pada Sabtu, 27 April 2024, hingga Minggu hari ini, 28 April 2024. Wilayah di empat RT tersebut terendam air, dan hingga kini banjir tersebut belum juga surut.
Ryan Virgoes Worodianto (35), warga RT 01 RW 014, Kelurahan Binong, mengungkapkan bahwa hari ini hujan kembali turun 15 menit, dan perumahan binong permai merupakan wilayahnya kembali banjir tadi pada pukul 13.25 wib.
Dan air pun kembali naik sehingga warga pun sudah kesal dengan kondisi air yang masuk kedalam rumah.
Sebab kata Ryan, sebelum adanya kluster yang wilayah lahannya berada di wilayah agak tinggi. Dahulu tidak seperti ini banjirnya.
“Capek pak, udah bersih, air naik lagi kerumah. Dan ini hanya menjadi tontonan pejabat, di mana bukan ada solusi dalam penanganan banjir ini,” cetus Ryan, Minggu 28 April 2024.
Kata Ryan, dinas terkait dan pejabat kelurahan hingga kecamatan, setiap banjir ngomongnya dikaji dan dikaji saja.
“Buat apa bertahun-tahun hanya seperti itu dan tidak ada faktanya,” keluh Ryan yang juga aktif sebagai Ketua Karateker Karang Taruna Kelurahan Binong.
Ryan mengungkapkan, jika kondisi banjir ini berlarut-larut dibiarkan oleh pemerintah Kabupaten Tangerang, maka tidak menutup kemungkinan dia bersama warga lain akan melakukan aksi seperti unjuk rasa.
Namun kata Ryan, sebelum aksi unjuk rasanya terwujud. Terlihat saat ini para warga sudah membuat spanduk di saluran air besar perumahan binong permai yang berjejer dengan tulisan kata sindiran.
“Bapak Gubernur, camat, lurah, maupun kepala dinas terkait, kalian kemana. Takut yach dengan pengembang…!! kami capek pak…! Saat hujan turun rumah kami kebanjiran,” begitu tulisan dalam salah satu spanduk yang dipasang warga.
Untuk itu, Ryan berharap ada solusi terhadap peristiwa banjir ini di Kelurahan Binong, Kecamatan Curug. Agar masyarakat kembali menaruh kepercayaan kepada penyelenggara pemerintah.
“Kami kalau malam gak bisa tidur, hujan turun pasti takut banjir,” pungkasnya.
Sementara itu, Lurah Binong, Juhri Saputra mengungkapkan, peristiwa banjir saat ini di wilayahnya alhamdulillah berangsur surut, dan pihaknya beserta kecamatan dan dinas terkait sudah melakukan mitigasi terkait penangangan banjir di wilayahnya.
Meski begitu, pihaknya juga akan memanggil pihak pengembang, di mana pengembang Arwana menjadi salah satu penyebab banjir di wilayah Kelurahan Binong.
“Insyaallah, besok senin kami akan memanggil dan mengundang pihak pengembang Arwana di kantor kecamatan,” ucapnya.
Juhri juga berharap dengan kejadian banjir ini, pihak pengembang Arwana supaya membuat tandon air sebagai resapan air.
Maklum saja, karena lahan pengembang Arwana tersebut memang berada di atas perumahan binong permai. Sehingga harus dibuat tandon air agar air tidak langsung mengalir ke bawah jika hujan.
“Semoga pertemuan besok ada solusi dalam penanganan banjir di wilayahnya,”katanya.
Ditanya terkait banyaknya spanduk sindiran, dirinya menyampaikan hal itu adalah wajar dan itu merupakan bentuk aspirasi masyarakat terdampak.
” Soal spanduk sindiran tersebut adalah sebuah ungkapan masyarakat terdampak, dan itu hal yang wajar,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











