CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Walikota Cilegon Helldy Agustian meminta semua pihak agar perhelatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak hanya dijadikan acara seremonial belaka.
Hal itu disampaikan Helldy saat memberikan sambutan sekaligus membuka MTQ ke-XXIII Tingkat Kota Cilegon di Lapangan Depan Kompleks Lanal Banten, Jalan Yos Sudarso, Lingkungan Baru II, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kamis 2 Mei 2024 malam.
Lebih dari itu, Helldy juga menyampaikan perlunya menanamkan rasa cinta sejak dini bagi generasi muda muslim dalam mempelajari dan mencintai Al-Quran.
“Kita perlu sama-sama meningkatkan potensi minat dan bakat terhadap pengembangan tilawatil quran, serta menjadikan generasi muda yang berprestasi agar dapat mengangkat nama Cilegon ke depannya,” kata Helldy melalui keterangan tertulisnya, Jumat 3 Mei 2024.
Dikatakan Helldy, selama ini pembinaan yang telah dilakukan Pemkot Cilegon melalui pondok pesantren (ponpes), madrasah dan Jamiatul Quro memiliki output yang sangat bagus bagi pengembangan tilawatil quran.
“Perlu diketahui bahwa Pemkot Cilegon mendorong putra-putri terbaik di setiap kelurahan maupun kecamatan asli wong cilegon, sehingga kita ingin jadi percontohan bagi kabupaten kota lainnya di Banten dalam menerapkan sistem validasi data peserta MTQ ini agar benar-benar asli putra-putri daerah,” ujar Helldy.
Dihadapan peserta MTQ, Helldy berpesan, agar dalam mengikuti musabaqah dengan penuh motivasi, bersaing secara sehat dan menjunjung tinggi sportivitas sehingga meraih prestasi terbaik di tingkat kota, provinsi hingga nasional.
“Perlu diketahui, tahun lalu kami sudah memberikan apresiasi kepada qari dan qariah terbaik tingkat Provinsi Banten. Bagi yang meraih medali emas kami berikan hadiah uang tunai Rp30 juta, medali perak Rp20 juta dan medali perunggu Rp10 juta,” ujarnya.
Namun disayangkan, selama pemerintahannya, belum ada qari dan qariah Kota Cilegon yang mendapatkan medali emas. Untuk itu, sebagai memotivasi, bila ada yang meraih medali emas pertama pada MTQ Provinsi Banten, Helldy berjanji akan memberikan hadiah tambahan berupa umrah.
“Umrah ini dari pribadi saya. Ini sebagai motivasi agar kita dapat memperoleh bahwa wong Cilegon juga tidak kalah dengan peserta lain di Banten,” ungkapnya.
Ketua Umum LPTQ Kota Cilegon, Maman Mauludin dalam laporannya menyampaikan, terdapat 11 cabang dan 28 golongan yang diperlombakan pada MTQ ke-XXIII di Kecamatan Pulomerak.
“Totalnya ada 398 peserta dari delapan kafilah yang terdiri dari kafilah Kecamatan Purwakarta 60 peserta, Jombang 39 peserta, Grogol 48 peserta, Ciwandan 50 peserta, Pulomerak 53 peserta, Cibeber 53 peserta, Citangkil 48 peserta dan Kecamatan Cilegon 47 peserta,” jelasnya.
Selain peserta dari delapan kecamatan, kata Maman, pihaknya juga menugaskan dewan hakim sebanyak 99 orang yang terdiri dari 83 orang hakim penilai, 13 pengawas dan 3 orang koordinator dewan hakim.
“Saya harap masing-masing kafilah bisa memaksimalkan para pesertanya di ajang MTQ tingkat Kota Cilegon ini,” harapnya.
Turut hadir dalam kesempatan itu, unsur Forkopimda Kota Cilegon, Staf Ahli Gubernur Banten Komari, Ketua LPTQ Provinsi Banten Prof Soleh Hidayat, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah, dan para kafilah dari delapan kecamatan se-Kota Cilegon. (*)
Editor: Bayu Mulyana











