SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pengamat Politik di Banten Ahmad Sururi menilai money politic atau politik harus dihilangkan di segala jenis Pemilihan Umum (Pemilu). Sebab, politik uang itu hanya akan memundurkan demokrasi, dan menghasilkan pemimpin yang bobrok saja.
Untuk itu, kata Sururi perlu dilakukan upaya pencegahan baik itu dilakukan oleh penyelenggara Pemilu maupun peserta khususnya partai politik (parpol).
Dikatakannya, peran Parpol sebagai organisasi yang mencetak kader pemimpin sangat besar dalam mewujudkan anti politik uang.
“Tugas besar Parpol untuk mengharamkan politik uang sebagai agenda politiknya. Karena secara regulasi sudah jelas tidak diperbolehkan, juga secara kelembagaan di Bawaslu sudah ada divisi hukum dan pencegahan,” kata Sururi kepada Radar Banten, Kamis 16 Mei 2024.
Sururi mengatakan, politik uang yang terjadi saat ini disebabkan oleh banyak faktor mulai dari tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih rendah, juga kesadaran masyarakat itu sendiri untuk menolak politik uang.
“Kesejahteraan masyarakat yang rendah memberikan peluang terjadinya politik uang. Selain tentunya kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat yang rendah,” ucapnya.
Ia menyebut bahwasannya kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Banten yang akan digelar secara serentak pada 27 November 2024 nanti akan tidak lepas dari politik uang.
Sebab, Sururi berpendapat bahwa politik uang mempunyai pengaruh yang besar dalam menentukan hasil Pilkada.
Karena, politik uang berkorelasi dengan kekuatan modal logistik Paslon, kemampuan Paslon untuk memanfaatkan modal logistik dalam berbagai cara menjadi ‘alat pemaksa’ agar publik terbeli suaranya.
“Sepertinya begitu, pragmatisme Parpol, tingkat kesejahteraan masyarakat dan sangsi yang ‘abu-abu’ masih memungkinkan terjadinya politik uang,” ungkapnya.
Meski demikian, akademisi dari salah satu universitas tenama di Banten ini berharap bahwa kontestasi Pilkada nanti akan jauh dari praktik politik uang guna terciptanya pesta demokrasi yang bersih dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas.
“Sebagaimana sering dinarasikan, politik uang ini seperti buang angin, aromanya ada tapi wujudnya tidak terlihat. Tapi kita berharap di Pilkada nanti tidak begitu, dengan adanya ketegasan baik dari penyelenggara maupun peserta Pilkada,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











