PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kinerja Satuan Tugas (Satgas) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pandeglang menuai kritik dari kalangan akademisi.
Satgas yang dibentuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dinilai belum menunjukkan hasil signifikan dalam mendongkrak penerimaan PAD.
Satgas PAD yang dibentuk pada 2025 itu sejatinya diharapkan mampu mengoptimalkan potensi pendapatan daerah. Namun, hingga memasuki 2026, kinerjanya dinilai belum terlihat secara nyata.
Berdasarkan data yang dihimpun, PAD Kabupaten Pandeglang pada tahun anggaran 2025 menghadapi berbagai tantangan. Target awal PAD ditetapkan sekitar Rp 171 miliar, namun kemudian disesuaikan. Hingga akhir tahun, realisasi PAD tercatat baru mencapai sekitar 77 persen atau sebesar Rp 128,2 miliar.
Capaian tersebut dinilai belum optimal, terlebih dengan keberadaan Satgas PAD yang seharusnya menjadi motor penggerak dalam menggali potensi pendapatan daerah. Faktanya, realisasi PAD belum mampu menunjukkan peningkatan signifikan maupun mencapai target yang ditetapkan.
Akademisi Kebijakan Publik Institut Kemandirian Nusantara (IKNUS), Arif Nugroho, menilai persoalan PAD tidak bisa dilihat semata dari ada atau tidaknya Satgas.
“Selama ini PAD sering dipahami hanya urusan penagihan, padahal di lapangan jauh lebih kompleks,” kata Arif, Selasa 13 Januari 2026.
Menurutnya, masih banyak persoalan mendasar, mulai dari data pajak yang tidak diperbarui, perubahan objek pajak yang tidak tercatat, hingga perbedaan kapasitas aparat desa. Kondisi ini membuat kerja Satgas PAD kurang efektif meski terlihat aktif di lapangan.
“Kritik saya, Satgas PAD terlalu fokus mengejar angka di ujung. Padahal yang penting itu membaca potensi sejak awal, memahami risiko terbesar, dan tidak memperlakukan semua wajib pajak sama,” ujarnya.
Arif menambahkan, ketidakpastian PAD merupakan hal yang wajar terjadi di banyak daerah. Namun, yang keliru adalah jika ketidakpastian itu dibiarkan hingga akhir tahun tanpa langkah koreksi yang terukur.
Ia menekankan optimalisasi PAD penting tidak hanya untuk APBD, tetapi juga untuk mendukung pembangunan nasional.
“Salah satu semangat Asta Cita Presiden adalah penguatan kemandirian daerah. Daerah tidak mungkin kuat jika PAD-nya lemah. Peran Satgas PAD strategis, tapi cara kerjanya perlu ditata ulang,” tegasnya.
Menurut Arif, solusi bukan sekadar menambah intensitas penagihan, melainkan mengubah cara pandang Satgas PAD menjadi tim berbasis data yang memahami karakter Pandeglang dan mampu mengelola risiko.
“Kalau tidak, Satgas akan terus terlihat sibuk, tapi hasilnya tetap segitu-segitu saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pandeglang, Yunisa, menyatakan Satgas PAD terus bergerak untuk mengoptimalkan pendapatan daerah meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Tujuan Satgas PAD memang untuk memaksimalkan PAD. Meski setiap OPD sibuk dengan tugas masing-masing, kami tetap berusaha berkoordinasi agar target bisa tercapai,” kata Yunisa saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp.
Yunisa menjelaskan, Satgas PAD melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Satpol PP, Asisten Sekretaris Daerah, serta OPD penghasil PAD. Tim tersebut turun langsung ke lapangan untuk mengecek wajib pajak, memantau perizinan, dan memperkuat koordinasi antarinstansi.
“Kami turun ke kecamatan-kecamatan untuk menggerakkan camat dan kepala desa dalam pemungutan pajak. Beberapa wilayah memang baru dijangkau Satgas, tapi upaya ini sudah mulai terlihat hasilnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, realisasi PAD pada 2025 mengalami peningkatan dibandingkan 2024. Untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), capaian 2025 mencapai 84 persen, naik dari 79 persen pada 2024.
“Ini menunjukkan usaha Satgas dan tim penagihan mulai membuahkan hasil,” ungkap Yunisa.
Untuk 2026, Bapenda menargetkan PAD sebesar Rp 174 miliar, termasuk target PBB Rp 44 miliar, naik dari Rp 43 miliar pada 2025. Yunisa optimistis target tersebut bisa tercapai dengan kerja serius seluruh instansi yang tergabung dalam Satgas PAD.
“Dengan koordinasi yang baik dan langkah-langkah Satgas, capaian PAD tahun ini diharapkan lebih maksimal,” tutupnya.
Editor: Abdul Rozak











