SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jenazah Ketua Umum MUI Banten KH Tb Hamdi Ma’ani Rusydi akan disalatkan usai salat subuh pada Minggu, 9 Juni 2024, di Masjidil Haram, Makkah. Kemudian akan dimakamkan di Soraya, Makkah.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Banten Ahmad Bahir kepada RADARBANTEN.CO.ID melalui pesan singkat, Minggu, 9 Juni 2024, pukul 06.13 WIB atau pukul 02.13 Waktu Arab Saudi.
“Subuh ini rencana mau disalatkan di Masjidil Haram, Makkah. Setelah itu akan dimakamkan di Soraya,” ungkap Bahir.
Bahir yang menjadi Kepala Sektor 8 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Makkah menjelaskan, jenazah dibawa dari Jeddah sekitar pukul 23.00 WAS ke Makkah. Kemudian dimandikan dan dikafani di Al Muhajirin, sebuah tempat pemulasaran di Kota Makkah.
“Yang ikut mengkafani saya, Pak Hendri dan Ahmad Edward, petugas PPIH non kloter Arab Saudi di Sektor 8 dan 3,” ungkap Bahir.
Kata Bahri, dirinya bersama Hendri (pengurus PMII) dan Ahmad Edward dari MALNU setelah memandikan dan mengkafani, kemudian mengawal jenazah KH Tb Hamdi hingga pelataran Masjidil Haram untuk disalatkan.
Sebagaimana diketahui Ketua Umum MUI Banten KH Tb Hamdi Ma’ani Rusydi wafat pada Kamis, 6 Juni 2024, pukul 22.30 Waktu Arab Saudi atau Jumat, 7 Juni 2024, pukul 02.30 WIB, di Runah Sakit dr Erfan and Bagedo Jeddah, Arab Saudi.
Bahir menjelaskan, pada Kamis 6 Juni 2024 sekitar pukul 22.00 WAS, KH Tb Hamdi Ma’ani pingsan di hotel transit Al-Asheel, Jeddah, kamar nomor M04.
“Di kamar itu kami bertiga, saya, Gus Muchib Aman Aly dari Pasuruan, dan KH Hamdi Ma’ani. Sedianya setelah istirahat sebentar rombongan Mustasyar Diiniy akan melanjutkan perjalanan ke Mekah untuk menunaikan umrah,” ungkap Bahir Jumat, 7 Juni 2024.
Peristiwa ini begitu cepat. “Kami bertiga sempat menunaikan salat Maghrib-Isya, jamak ta’khir qashar berjemaah, Gus Muchib sebagai imamnya. Saat itu KH Hamdi sudah memakai kain ihram bagian bawah,” ungkap Bahir.
Seusai salat, lanjut Bahri, KH Hamdi nengambil tas koper di luar kamar. Lalu dibawa masuk ke kamar. Beliau mengatakan ke saya mau mengambil sandal untuk dipakai umrah. Sementara beliau membuka koper, saya duduk-duduk di ruang luar, sekitar dua meteran dari KH Hamdi. Sementara Gus Muchib sibuk memakai kain ihram di belakang beliau.
“Tiba-tiba Gus Muchib berteriak memanggil saya. Pak, Pak. Saya pun berdiri dan melihat posisi KH Hamdi sudah menelungkup, dua tangan beliau di atas koper, dan tidak sadarkan diri,” ungkap Bahir.
Kemudian teman-teman petugas haji segera berkumpul dan melakukan koordinasi. Staf hotel menekan dada KH Tb Hamdi beberapa kali untuk mengaktifkan jantung. Akhirnya petugas medis datang. KH Tb Hamdi dibawa ke rumah sakit.
“Sekitar pukul 23.40, saya memperoleh kabar dari Mas Syaiful, petugas haji yang bertanggung jawab di hotel Asheel, bahwa KH Hamdi Ma’ani sudah dinyatakan wafat,” kata Bahir.
Editor : Aas Arbi











