SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka Pengendalian Operasi Bencana Alam Kekeringan tahun 2024. Acara ini bertujuan untuk sinkronisasi aksi OPD-OPD terkait mitigasi atau antisipasi kekeringan yang akan berdampak pada berkurangnya air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Banten Nana Suryana mengatakan, bencana tidak bisa diprediksi dan kepada siapa akan terjadi. Karena itu, perlu adanya upaya bersama dalam melakukan pengelolaan manajemen bencana yang terkoordinasi terpadu dan terencana dengan baik.
“Kekeringan tentu akan menjadi masalah pada sumber air minum dan untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari, tanaman menjadi mati, banyak hewan yang akan mati, lingkungan menjadi kotor, timbul banyak bibit penyakit dan resiko kebakaran, maka dari itu harus kita perhatikan dengan serius,” katanya saat diwawancarai Radar Banten.
Lanjutnya, Pemerintah Daerah dan stakeholder serta masyarakat diminta untuk tetap mewaspadai wilayah-wilayah yang telah masuk dan yang akan memasuki musim kemarau tahun 2024.
“Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait diharapkan dapat berkoordinasi menyiapkan strategi guna mengantipasi kekurangan air bersih bagi masyarakat yang krap mengancam saat musim kemarau,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan pemantauan kondisi alam dan aktivitas terhadap potensi bencana pada daerah-daerah yang memiliki risiko tinggi perlu dilakukan terus menerus. Informasi terkait dengan bencana perlu dikumpulkan, diproses, dianalisis dan selanjutnya disusun laporan serta diseminasinya.
“Informasi disini tidak hanya menyangkut kejadian bencana, namun juga upaya penanganan yang dilakukan oleh berbagai pihak baik saat prabencana maupun pasca bencana,” jelasnya
“Mari kita tingkatkan koordinasi, komitmen, tanggungjawab pada tugas, hilangkan kepentingan pribadi, kerja dan kerja untuk kemanusian dibawah kendali BPBD yang makin tangguh,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Banten Apolinaris Samsudin Geru mengatakan, Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian II Juni 2024 di Provinsi Banten secara umum berada pada kategori Sangat Pendek (1—5 hari). Terdapat wilayah dengan kategori Pendek (6-10 hari) di wilayah (Cikeusik) Kabupaten Pandeglang, serta wilayah dengan kategori Menengah (11-20 hari) di wilayah (Sepatan) Kab. Tangerang.
Curah Hujan Dasarian III Juni 2024 di wilayah Provinsi Banten secara umum diprakirakan berada pada kategori Menengah (50-100 mm), kecuali disebagian kecil Kab. Lebak bagian utara, Kab. Pandeglang bagian barat dan selatan, sebagian kecil Kab. Serang bagian timur, Kota Cilegon bagian barat, dan sebagian kecil Kab. Tangerang dan Kota Tangerang Selatan bagian selatan berada pada katagori Rendah (20 – 50 mm).
“Sementara sampai saat ini di sebagian wilayah di Provinsi Banten masih terjadi hujan walaupun sudah memasukin musim kemarau. Tahun lalu kita selalu adakan rapat, karena kekeringan yang cukup parah, semoga tahun ini tidak terjadi hal yang sama,” ucapnya.
Ia mengimbau, menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi secara umum pada bulan Juli dan Agustus 2024, agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (Adv)
Reporter: Eko Fajar
Editor: AGung S Pambudi











