SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Judi online menjadi satu tantangan dan ancaman kehancuran bangsa. Itu sebabnya, pegawai Pemprov Banten juga siap-siap dilacak begitu aturan dari Pemerintah Pusat turun.
Asda I Pemprov Banten, Komarudin menyebut, setidaknya ada empat hal yang menjadi tantangan dan ancaman bangsa Indonesia saat ini.
Pertama, teknologi informasi yang apabila tidak dimanfaatkan dengan baik, maka menjadi penghancur kebangsaan.
Kedua, ideologi radikalisme.
“Ideologi atau pemikiran yang berkaitan dengan radikalisme yang menganggap orangnya benar dan orang lain salah. Ini juga bahaya,” ujar Komarudin saat pembukaan TOT Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Angkatan I yang diselenggarakan Badan Kesbangpol Provinsi Banten di aula kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Selasa, 16 Juli 2024.
Ketiga, lanjutnya, yaitu penyalahgunaan narkotika. Meskipun tidak secara langsung merusak ideologi tapi merusak fisik.
Kemudian, yang terakhir adalah judi online.
“Empat hal itu bisa mengancam sendi-sendi kebangsaan kita,” ujarnya.
Komarudin mengatakan, Pemprov Banten juga mengantisipasi hancurnya wawasan kebangsaan di kalangan pegawai. Salah satunya bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Kemudian berkaitan dengan judi online. Ini yang akan kita lakukan. Perlu ada langkah-langkah ini. Sebenarnya itu mudah menelusurinya. Jejak digital itu mudah,” tegasnya.
Penelusuran itu akan dilakukan oleh Diskominfo SP dan bekerja sama dengan TNI/Polri. Namun, pihaknya masih menunggu adanya aturan dari pemerintah pusat.
Ia juga menilai, ada tiga hal yang menjadi pondasi kebangsaan yakni Sumpah Pemuda. Yakni, tanah air, bangsa Indonesia, serta bahasa persatuan.
“Masih relevan untuk saat ini. Meskipun sudah dideklarasikan beberapa tahun lalu. Tapi masih relevan dan dijaga serta disesuaikan dengan kondisi saat ini,” tutur Komarudin.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan pada Badan Kesbangpol Provinsi Banten, Fathurrohman mengatakan, wawasan kebangsaan itu sangat penting karena masyarakat Indonesia ini hidup berbangsa dan bernegara.
“Yang paling utama adalah cinta terhadap tanah air. Untuk mengantisipasi agar wawasan kebangsaan kita tidak turun, maka diadakan kegiatan ini,” ujarnya.
Untuk itu, ia mengaku, di TOT PPWK Angkatan I ini diundang seluruh perwakilan kabupaten/kota di Banten, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, serta peserta lainnya untuk menyebarluaskan materi yang disampaikan.
Kegiatan serupa juga akan dilaksanakan hingga angkatan keempat dengan peserta yang berbeda. (*)
Editor: Agus Priwandono











