SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pembina hingga pengawas Yayasan Pendidikan Maulana Yusuf Banten periode 2024-2029 dikukuhkan. Pengukuhan dilaksanakan pada Minggu 25 Agustus 2024 Kampus STIA Maulana Yusuf Banten, Cinanggung, Kota Serang.
Pengurus Yayasan Maulana Yusuf Banten, R. A. Syahbandar mengatakan, setelah dilaksanakan pengukuhan, pihaknya memiliki target besar untuk merubah bentuk kampus yang semula Sekolah Tinggi menjadi Universitas.
“Dari sebuah sekolah tinggi yang hanya satu prodi bisa berkembang menjadi universitas. Namun tentunya ini bertahap, dalam waktu dekat ini kita targetkan akan menjadi Institute,” katanya.
Ia mengatakan, untuk menuju hal tersebut, pihaknya tengah melakukan berbagai upaya baik pembenahan pengurus, inventarisir aset-aset yang dimiliki dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Peningkatan SDM ini kita kejar, di semua jenjang pendidikan. Kita juga akan mencoba menggali peluang lain yang akan menguntungkan bisnis yayasan,” terangnya.
Saat ini, pihaknya mengaku tengah melakukan kajian bersama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengenai prodi yang tepat dan dibutuhkan di Kota Serang.
“Nanti akan ada lima sampai enam prodi, apakah Institute-nya Pemerintahan dan Pertanian, sehingga ada prodi lain. Ini masih menjadi perhitungan bersama dengan Kemenristekdikti,” tegasnya.
Ia menargetkan, pada tahun 2025 sudah dapat dilakukan rencana peningkatan status kampus dengan membuka prodi-prodi lainnya. “2025 kita sudah mulai menerima mahasiswa jurusan lain, semoga bisa berhasil,” katanya.
Salah seorang pengurus lainnya, Bando Amin mengatakan, dahulu STIA Maulana Yusuf merupakan perguruan tinggi yang cukup terkenal di Provinsi Banten. Namun saat ini mulai redup akibat ketatnya persaingan.
Untuk itu, pihaknya akan berusaha mencari jurusan-jurusan yang tepat dan sangat dibutuhkan sehingga nantinya ada banyak mahasiswa yang akan tertarik.
“Jadi bukan cuma satu jurusan saja, kita akan membuka jurusan lain yang dikembangkan yang berkaitan dengan potensi yang ada di daerah. Kita ada program unik. Saya kira ilmu pemerintahan dan pertanian cocok,” katanya.
Editor: Mastur Huda











