SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang diminta serius menangani persoalan pencemaran di Sungai Ciujung yang selalu berulang.
Permintaan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Rekonvasi Bhumi, Nana Prayatna Rahadian. Menurutnya persoalan pencemaran Sungai Ciujung merupakan persoalan klasik yang selalu berulang setiap tahunnya.
“Ini masalah klasik yang terus berulang, ketika debit air berkurang, maka endapan akan muncul. Itu masalah berulang,” katanya, Senin 26 Agustus 2024.
Ia menegaskan, butuh waktu dan keseriusan untuk penanganan pencemaran Sungai Ciujung. Bahkan apabila tetap dibiarkan, berpotensi akan meningkatkan konsentrasi pencemaran di Sungai Ciujung. “Dipastikan tahun depan kita akan menghadapi persoalan yang sama, sampai kapan pun akan mendapatkan persoalan yang sama,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, perlu adanya penetapan standar parameter baru yang disesuaikan dengan daya dukung dan daya tampung Sungai Ciujung agar nantinya Sungai Ciujung dapat mengurai secara alami limbah-limbah yang masuk.
“Perlu riset dulu, sehingga parameter yang ditetapkan bisa disesuaikan dengan daya tampung dan daya dukung Ciujung. Kalau standarnya nasional, mungkin Ciujung tidak lagi dapat menampung sehingga beban pencemarannya bisa semakin bertambah,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta agar pengawasan terhadap industri-industri yang ada di Kabupaten Serang bisa terus ditingkatkan. Ini agar memastikan seluruh perusahaan melakukan pengolahan limbahnya dengan baik sebelum akhirnya dibuang ke sungai.
“Memang belum maksimal, karena kan ada pembagian kewenangan antara kabupaten, provinsi hingga pusat. Kita ambil contoh sederhana, orang pusat sering ga sih datang ke kita? Pengawasan pemda mungkin sudah cukup, provinsi setengah, pusat ini kan (meragukan),” tegasnya.
Ditambah lagi, seringkali ketika masyarakat melakukan kontrol dengan caranya, tidak dijadikan referensi oleh pemerintah daerah. “Kalau perusahaannya gak sadar terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang baik, lalu kita berharap pemerintah melakukan pengawasan sepertinya berat,” tegasnya.
Ia berharap, hasil pengujian yang dilakukan oleh DLH Kabupaten Serang dapat dijadikan rujukan dan menjadi referensi untuk langkah-langkan penanganan pencemaran di Ciujung.
“Dilihat dari bahan pencemarannya, apakah dari pertanian, rumah tangga atau industri. Dari hasil itu lakukan riset sehingga bisa menjawab dengan pasti penyebab pencemaran,” pungkasnya. (*)
Editor: Aas Arbi











