SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 16 pemuda asal Kabupaten Serang diberikan pelatihan berbasis kompetensi perbaikan sepeda motor injeksi.
Pelatihan akan dilaksanakan selama 17 hari di Lembaga Pengembangan Karakter Bangsa, Kecamatan Petir.
Pembukaan dilaksanakan pada Selasa, 27 Agustus 2024.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertras) Kabupaten Serang, Diana Ardhianty Utami, menjelaskan, pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan oleh Disnakertrans biasanya didasarkan pada permintaan-permintaan yang disampaikan oleh masyarakat.
“Jadi pelatihan ini dasarnya dari keinginan masyarakat melalui Musrenbang. Kami juga ada aplikasi mengenai pelatihan dan produktivitas. Akhirnya di Kecamatan Tunjung Teja, mayoritas ingin jadi montir, makanya kita arahkan ke sini,” katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan pelatihan dimaksudkan agar para peserta nantinya dapat membuka usaha melalui pengetahuan yang mereka dapatkan dalam pelatihan. Sehingga, mereka tidak lagi bergantung pada industri formal.
“Minimal mereka bisa memperbaiki kendaraan sepeda motornya sendiri. Tentunya kita harapkan mereka bisa berusaha dengan kompetensi yang kita berikan, sehingga mampu mengangkat ekonomi keluarga,” jelasnya.
Menurutnya, ketersediaan lowongan pekerjaan yang ada di industri sangat terbatas, apalagi perusahaan-perusahaan padat karya yang mulai berkurang di Kabupaten Serang.
Untuk itu, pemuda harus bisa berinovasi. Sehingga, nantinya bisa menciptakan peluang-peluang baru.
“Jangan sampai hanya berharap pada industri formal, tapi industri informal juga kita kembangkan melalui kewirausahaan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, selain diberikan pelatihan untuk memperbaiki kendaraan, mereka juga akan dilakukan uji kompetensi yang dilaksanakan di akhir pelatihan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Totalnya 20 hari, dengan pelaksanaan uji kompetensi. Nantinya peserta yang lulus akan mendapatkan sertifikasi kompetensi dari BNSP melalui lembaga sertifikasi profesi,” tegasnya.
Ia mengatakan, menyiapkan berbagai program pelatihan kerja untuk semua kalangan, baik anak muda, ibu-ibu hingga kalangan lainnya.
“Yang kita anggarkan melalui APBD ada empat program. Selain itu, kita menjalin kerja sama dengan instansi-instansi lainnya baik Balai Pelatihan Kerja ataupun pihak industri. Total sudah hampir 1.300 orang yang dilatih,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











