LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Petani di Kabupaten Lebak yang baru mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebanyak 613 orang atau 213,64 hektar (Ha) lahan yang tergabung dalam 58 kelompok tani (Poktan).
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lebak Rahmat mengatakan, pihaknya terus mendorong petani di Kabupaten Lebak untuk mengikuti AUTP.
Alasannya, karena banyak keuntungan yang akan didapat petani, saat tanam padi gagal panen lantaran terkena bencana alam maupun diserang hama, akan mendapat ganti dari asuransi
“Kami terus mendorong petani untuk ikut asuransi. Hingga Agustus 2024 sudah 613 petani atau tergabung di 58 Poktan ikut AUTP,” kata mantan camat Cibadak ini, Kamis 5 September 2024.
Dia mengatakan, petani atau Poktan di Kecamatan Cibadak yang paling luas dengan 18 hektar lahan yang diasuransikan dari 58 Poktan yang telah mengikuti AUTP.
Menurutnya, asuransi lahan pertanian merupakan program yang dimulai pada akhir tahun 2015.
Karena itu pihaknya terus mendorong petani di Kabupaten Lebak untuk mengasuransikan lahan pertaniannya agar tidak mengalami kerugian besar saat terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor ataupun kekeringan akibat kemarau.
“Tentunya, keberadaan asuransi petani itu sangat baik. Sebab bertujuan menghindari kerugian, ketika petani terjadi gagal panen akibat banjir, serangan hama, puso dan bencana lainnya,” kata mantan Camat Gunungkencana ini.
Padahal, dengan mengikuti AUTP dapat meringankan beban petani.
“Keuntungannya, para petani akan mendapat ganti rugi jika sawahnya terdampak banjir, kekeringan dan kerusakan OPT. Karenanya, jita terus mendorong petani agar ikut AUTP Karena memang tujuannya untuk antisipasi petani tertimpa gagal panen,” tukasnya.
Sementara itu, Rahman petani yang tergabung dalam kelompok Sri Rejeki, Kecamatan Kalanganyar mengatakan, kelompoknya telah mendaftar sebagai peserta asuransi area lahan persawahannya.
“Kami ikut asuransi bukan ingin gagal panen. Tapi hanya antisipasi saja bila sewaktu-waktu gagal panen. Luas lahan yang diasuransikan 5 hektar,” katanya.
Reporter: nurabidin
Editor: Agung S Pambudi











