SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Petani di Banten diminta mewaspadai serangan hama atau organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Warning itu disampaikan Kementrian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT).
Serangan OPT dapat memicu kerusakan pada tanaman padi atau bahkan bisa menurunkan kualitas atau membuat gagal panen.
Kepala BBPOPT, Yuris Tiyanto mengatakan, ada tiga OPT yang perlu diwaspadai, yakni tikus, wereng batang coklat (WBC), dan penggerek batang padi (PBP). Namun, BBPOPT menyatakan kesiapan dan komitmennya menjalankan program Kementan, khususnya pengawalan dalam bidang OPT. “Kami akan selalu hadir membersamai petani, untuk itu kami sudah merelease peringatan dini terkait OPT yang perlu diwaspadai,” ujar Yuris usai acara bimbingan teknis pengendalian OPT di Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu, 14 September 2024.
Dikatakannya, program pengawalan OPT ini dilakukan dengan memberi pemahaman kepada para petani terkait cara pengendalian hama. Tujuannya untuk menghindari kerugian akibat serangan OPT.
“Hal tersebut kami lakukan agar petugas dan petani di Banten waspada dan siap siaga dari serangan OPT. Tidak hanya itu, tim kami juga sudah bergerak di lapangan, guna melakukan penyisiran area rawan OPT, melakukan bimbingan teknis serta gerakan pengendalian, sehingga pertanian di Banten tetap kondusif petanipun bisa panen,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











