SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pertanian (Distan) Banten mencatat bahwa pada musim kemarau ini tidak adanya laporan gagal panen alias puso akibat kekeringan. Hal ini pun membuat Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami kenaikan.
NTP secara nasional naik 0,20 persen di bulan Agustus 2024 hingga mencapai di angka 119,85 dibanding NTP bulan sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Banten Agus M Tauchid membenarkan hal tersebut. Katanya, Banten menjadi salah satu dari 22 provinsi di Indonesia yang NTP nya mengalami kenaikan.
Bahkan, menjadi provinsi dengan kenaikan tertinggi kedua secara nasional setelah Provinsi Gorontalo pada bulan Agustus dengan NTP Gabungan sebesar 108,88.
Kadistan menjelaskan, kenaikan ini disumbang oleh beberapa penyebab. Di antaranya masa panen petani di Banten yang jatuh pada bulan Agustus kemarin.
“Sub sektor tanaman pangan kita dimana petani padi pada minggu ke dua bulan Agustus memasuki panen raya dengan harga rata-rata Gabah Kering Panen (GKP) Rp 6.300 perkilogram dan Gabah Kering Giling (GKG) Rp 7.300. Harga itu sudah diatas Harga Pokok Penjualan (HPP),” kata Agus Tauchid, Selasa 17 September 2024.
Selain itu juga pada bulan Agustus kemarin, pihaknya tidak mendapatkan laporan gagal panen alias puso akibat musim kemarau yang terjadi di wilayah Banten ini.
Pihaknya, hanya mencatat kerusakan pada ribuan hektare sawah yang terdiri dari 1.974 hektare rusak ringan, 212 hektare rusak sedang, dan 133 hektare rusak berat.
Dikatakannya, kekeringan paling parah terjadi di Pandeglang dengan luas tanaman padi yang kekeringan sekitar 1.533 hektare, Kabupaten Lebak 465 hektare, Kabupaten Tangerang 15,5 hektare, Kabupaten Serang 298 hektare, dan Kota Serang 8 hektare.
“Memang ada kekeringan di lapangan, tapi masih bisa teratasi dan tidak ada puso,” katanya.
Editor: Agung S Pambudi











