PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 58 orang warga Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang mengikuti pelatihan membatik tradisional motif desa di Pendopo Mina Agro Wisata Bukit Sinyonya.
Pelatihan membatik tradisional motif desa diselenggarakan oleh Universitas Multimedia Nusantara bekerjasama dengan Pemerintah Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Kepala Desa Bandung Wahyu Kusnadiharja mengatakan, kegiatan pelatihan membatik di Desa Bandung itu selama sembilan kali pertemuan atau sembilan minggu.
“Alhamdulillah kami atas nama Pemerintah Desa Bandung, mewakili masyarakat yang telah ikut berpartisipasi ikut pelatihan membatik mengucapkan banyak terima kasih kepada Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang telah mendedikasikan keilmuannya dalam bidang kriya atau membatik,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 23 Oktober 2024.
Dimana, hal tersebut dilakukan oleh Universitas Multimedia Nusantara. Dalam rangka melaksanakan ketentuan yang tertuang di dalam MoU antara Desa Bandung dengan Universitas Multimedia Nusantara pada tanggal 24 September 2024.
“Kami Kepala Desa Bandung, sekretaris desa, terus BPD, direktur BUMdes, ketua Pokdarwis, hadir di rektorat UMN untuk melakukan MoU,” katanya.
Sebagai tindak lanjut dari MoU, UMN melaksanakan kegiatan pelatihan membatik tradisional motif desa.
“Dan kami sudah menentukan untuk simbolik pada batik itu sendiri. Pertama itu simbolik batik Sinyonya, terus yang kedua ada batik Puhu, batik Pandan, dan batik Almadad,” katanya.
Dari empat simbol tersebut akan dituangkan dalam bentuk motif batik. Menjadi ciri khas dari Desa Bandung, Kabupaten Pandeglang.
“Nah sekarang pelatihan membatik sudah memasuki pertemuan kedua dengan para dosen UMN,” katanya.
Jumlah peserta pelatihan membatik selama dua pekan sudah terakomodir untuk batch atau kelompok pertama itu ada 58 peserta.
“Yang mana 58 peserta ini nanti akan melaksanakan kegiatan pelatihan. Akhirnya setelah selesai pelatihan nanti akan ada wisuda, masyarakat kami akan di wisuda bertempat di UMN,” katanya.
Pelatihan membatik ini dilakukan selama sembilan kali pertemuan. Dilaksanakan setiap hari Sabtu di akhir pekan, itu Pendopo Bukit Sinyonya.
“Tenaga ahli membatik itu para dosen yang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jadi ada yang melaksanakan pendidikan pengajaran, terus juga penelitian dan dosen untuk pelaksanaan kegiatan membatik ini dalam rangka pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Kegiatan pelatihan membatik merupakan bagian dari program LPPM UMN, yang bertujuan untuk ikut serta memajukan perekonomian masyarakat.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dosen Program Studi DKV UMN Clemens Felix Setiyawan, Dosen Program Studi DKV Itta Ernawati, serta diinisiasi oleh LPPM UMN.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











