PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 337 warga Pandeglang mengidap HIV/AIDS. Data ini berdasarkan pemeriksaan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang sejak awal Januari hingga November 2024.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, Dian Handayani, menyebutkan bahwa ada ratusan orang terinfeksi HIV/AIDS di Pandeglang tiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan.
“Di tahun 2024 ini jumlahnya meningkat menjadi 337 orang,” katanya, Kamis, 21 November 2024.
Dian menjelaskan, dari total 337 orang pengidap tersebut, sebanyak 255 orang saat ini tengah menjalani pengobatan di rumah sakit atau layanan Puskesmas.
Langkah pengobatan ini, kata Dian, bertujuan untuk menekan perkembangan virus dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Dian Handayani menjelaskan, HIV/AIDS dapat disebabkan oleh berbagai faktor dan kelompok risiko tertentu.
Beberapa, di antaranya, meliputi ibu hamil, pasien tuberkulosis (TBC), waria, anak-anak yang terlahir dari orang dengan HIV/AIDS, dan pasangan risiko tinggi.
“Selain itu, HIV/AIDS juga dapat ditularkan melalui infeksi menular seksual, pelanggan pekerja seks, populasi umum, pengguna narkoba suntik, serta laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki,” jelasnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Pandeglang berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita berumur 1 tahun hingga lansia berusia 64 tahun.
Namun, kelompok usia produktif 25-29 tahun mencatat angka pengidap tertinggi.
Untuk mendukung pengobatan HIV/AIDS, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang menyediakan enam layanan Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP).
Layanan ini tersedia di Puskesmas Cadasari, Puskesmas Saketi, Puskesmas Labuan, Puskesmas Panimbang, RSUD Aulia, dan RSUD Berkah Pandeglang.
Dian juga mengimbau masyarakat yang merasa pernah melakukan perilaku berisiko untuk segera melakukan tes HIV.
Editor: Agus Priwandono











