LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus berupaya menekan angka stunting di daerah yang di pimpin Penjabat (Pj) Bupati Gunawan Rusminto ini.
Berdasakan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak hingga September 2024 stunting di Kabupaten Lebak mencapai 5.063 dari 108.081 balita.
Ribuan anak stunting di Lebak, paling banyak terdapat di Kecamatan Leuwidamar dengan 766 orang, kemudian Kecamatan Maja sebanyak 547 orang dan terbanyak ke tiga Kecamatan Cimarga dengan 532 orang.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak dr Budhi mengagakan, untuk menekan angka stunting di Kabupaten Lebak, diperlukan kesadaran semua pihak, tidak hanya oleh satu Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tapi dilakukan keroyokan oleh semua OPD.
“Stunting tidak hanya berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan fisik anak yang disebabkan kurang gizi kronis, namun ditengarai berpengaruh kepada tidak maksimalnya perkembangan otak anak, hingga mempengaruhi kemampuan belajar dan mental. Karenanya, penangnannya tidak bisa diurus oleh salah satu OPD saja, harus dikeroyok bareng-bareng. OPD-OPD terkait harus bersama sama. Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” katanya, Minggu 1 Desember 2024.
Menurutnya, program gebyar Klasik I dan II (Kolaborasi Atasi Stunting, inflalsi dan Kemiskinan Ekstrim) yang telahb dilaksanakan Pemkab Lebak sangat membantu meningkatkan perekonomian warga.
“Progfan gebyar kalsik akan kembali digelar pada 5 Desember di Kecamatan Panggarangan,” katanya.
Kepala Bapelitbangda Lebak Yosep Muhamad Holis mengatakan, berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) tahun 2024 di Kabupaten Lebak ditemukan adanya penurunan stunting dari bulan februari 2024 sebesar 3,69 persen menjadi 3,44 persen pada bulan April 2024. Karenanya, Pemkab Lebak berkomitmen untuk terus menekan terjadinya Stunting.
“Komitmen menurunkan dan mencegah stunting ini, untuk menghasilkan anak-anak generasi penerus yang sehat, cerdas dan produktif. Tentunya, pengentasan atau zero stunting masih menjadi salah satu fokus pemetintah daerah,” ujarnya.
Editor: Bayu Mulyana











