SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Serang akan berkoordonasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) untuk melakukan normalisasi Sungai Cibanten.
Normalisasi itu dilakukan untuk mengantisipasi banjir yang dapat berdampak pada petani, khususnya saat musim tanam nanti.
Kepala DKP3 Kota Serang, Sony August, mengatakan, pihaknya meminta agar BBWSC3 bisa melakukan pengerukan aliran Sungai Cibanten, untuk mengantisipasi banjir saat musim tanam.
Pasalnya, sejumlah wilayah di Provinsi Banten, khususnya Kota Serang, diprediksi akan memasuki puncak musim hujan pada akhir tahun 2024 dan awal tahun 2025.
“Memang sekarang ini kan sedang musim hujan, dan para petani juga belum melakukan penanaman, makanya nanti kami akan berkoordinasi dengan BBWSC3,” kata Sony
Sony mengaku, sebelumnya DKP3 bersama sejumlah pihak terkait telah melakukan pengerukan aliran Sungai Cibanten, guna meminimalisir terjadinya luapan air sungai ketika debit air tinggi saat hujan.
“Kami sudah melakukan pengerukan sekitar 12 kilometer. Sekarang dimanfaatkan dan dijadikan sebagai irpom atau irigasi perpompaan untuk mengairi sawah,” ungkap Sony.
Sony menjelaskan, di wilayah Manggerong, Kelurahan Sawahluhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, sebagaian lahan persawahannya terendam banjir beberapa waktu lalu.
“Saya belum mendapat laporan berapa banyak yang terendam. Memang di sana itu tidak ada aliran air primer, makanya mereka minta ke kami untuk pengerukan karena posisi sawah ada di bawah. Tapi, tanaman padi belum ada dan belum tanam, petani pasti tau kondisi cuaca,” tutur Sony.
Sony mengatakan, Pemkot Serang bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, bekerja sama dengan Bank Indonesia sudah berhasil melakukan panen raya bawang merah di Kelurahan Sawahluhur, Kecamatan Kasemen, beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah sudah kami panen, meskipun sebenarnya terkendala cuaca, tapi hasil panennya cukup memuaskan,” ucap Sony.
Editor: Agus Priwandono











