Oleh : DR. KH. Encep Safrudin Muhyi, MM., M.Sc, Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi
Pada tanggal 3 Januari 2025, kementerian yang saat ini dipimpin Prof. Dr. KH. Nazarudin Umar. MA. Genap berusia 79 tahun. Usia ini akan mencerminkan tingkat kematangan, baik dalam organisasi maupun dalam kinerja. Sebab, Kementerian Agama merupakan salah satu kementerian yang sangat besar dan peranannya sudah dan akan sangat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Sebelum mengungkap capaian dan cita-cita besar, perlu kiranya melihat kembali sejarah lampau berdirinya Kementerian Agama.
Kementerian Agama (Kemenag) mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama untuk membantu Presiden dalam menjalankan pemerintahan negara. Selama puluhan tahun, kementerian terus akan dan telah berkiprah nyata dalam mewujudkan Indonesia maju dalam penyelenggaraan keumatan.
Kementerian agama sudah menjelma sebagai kementerian yang banyak melakukan peran-peran strategis dalam pembangunan negara serta pembinaan umat beragama di negeri ini. Capaian ini semoga menjadi amal jariah para pendiri dan orang orang yang senantiasa ‘ikhlas beramal’ dalam bertugas, sebagaimana motto kementerian agama.
Memasuki usia 79 tahun, Kementerian Agama terus bertransformasi menjadi kementerian yang lebih modern. Salah satunya adalah transformasi digital dan peningkatan kualitas kerja. Ini semua merupakan keniscayaan di era serba maju di mana seluruh lini harus mendukung program program yang dicanangkan baik oleh presiden maupun menteri terlebih harus menjadi tauladan yang baik bagi keluarga besar kementerian agama.
Sebagai pegawai Kementerian Agama, tentunya patut berbangga dan bersyukur bekerja di kementerian yang penuh dengan keberkahan dan kerahmatan ini termasuk kita dapat hidup di negara yang konstitusinya mendukung dan menjamin warga negara untuk menjalankan agamanya masing masing. Paling tidak dapat menjaga reputasi juga dapat meningkatkan kualitas kinerja, sehingga pegawai di kementerian agama dapat memberikan kontribusi positif pada negara dan berkomitmen untuk terus menjaga keindonesiaan.
Sebagai pegawai Kementerian Agama harus dapat menjadi driving force, entitas dan komunitas yang memberi dampak positif yang fundamental dan berkelanjutan dalam berbangsa dan bernegara serta dapat berkontribusi melalui kerja-kerja positif yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebagai pegawai kementerian agama harus memiliki tanggungjawab besar dalam mengupayakan moderasi beragama di masyarakat juga dapat berperan dalam meningkatkan komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap budaya. Seluruh elemen Kementerian agama harus terus menjadi instrumen kerukunan, serta dapat mengedukasi dan mensosialisasikan bagaimana agama dijalankan untuk membangun, membantu pembangunan. Saling membantu satu sama lain.
Kementerian Agama membutuhkan lebih banyak pemimpin hebat yang mampu menjadi asa bagi masyarakat. Mereka adalah pahlawan yang tidak hanya memimpin dengan pikiran, tetapi juga dengan hati. Sehingga, mereka akan meninggalkan jejak abadi yang akan terus dikenang sepanjang sejarah. Dengan demikian, pegawai kementerian agama tetaplah menjadi perekat, bukan penyekat, tetaplah memberi solusi, bukan menjadi polusi dan tetaplah memberikan maslahat bukan menjadi sampah masyarakat.
Komitmen Pembersihan
Pembangunan manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa tidak dapat meninggalkan peran dan andil Kementerian Agama dengan seperangkat tugas dan fungsi bimbingan, pelayanan, pemberdayaan dan perlindungan umat beragama yang dilaksanakan dari waktu ke waktu.
Keberadaan Kementerian Agama akan menjadi dangkal dan statis jika para pejabat dan aparatur Kementerian Agama tidak mampu memaknai dan menjabarkannya ke dalam program kerja dan pelaksanaan fungsi kementerian secara dinamis di tengah masyarakat. Adapun tugas dan fungsi Kementerian Agama yang demikian besar membutuhkan pejabat dan aparatur berjiwa besar, amanah, berwawasan luas, memiliki integritas pribadi yang baik, serta keteladanan yang patut dicontoh oleh semua lapisan masyarakat.
Capaian dan Keberhasilan kementerian agama dalam melaksanakan aksi pencegahan korupsi menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program pencegahan korupsi dan menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih dan transparan. Keberhasilan ini merupakan hasil-hasil kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran Kemenag dan sesuai dengan semangat antikorupsi yang digerakkan oleh Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. MA. Hal ini merupakan bukti dari komitmen Kementerian Agama untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas dan transparansi.
Penegasan terkait Komitmen bagi seluruh jajaran dan keluarga besar Kementerian Agama untuk bekerja keras dan kerja cerdas meningkatkan kualitas diri dengan sandaran utama pada nilai-nilai Integritas, profesionalitas, inovasi, tanggugjawab dan keteladanan dengan tetap menjunjung tinggi sikap ikhlas, dalam rangka mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik, serta untuk mempererat semangat kebersamaan dan kekeluargaan di jajaran Kementerian Agama.
Seluruh jajaran Kementerian Agama untuk dapat membangun loyalitas dan komitmen terhadap pembangunan akhlak dan moral yang berintikan kejujuran, dalam rangka menjaga kepercayaan masyarakat, juga agar semua aparatur kementerian agama tentinya dapat bertutur, berprilaku dan bersikap yang baik dan melenyapkan ego sektoral, primordialisme kedaerahan, arogansi jabatan, sikap resisten terhadap kritik, serta menjauhi perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme.
Selamat Hari Amal Bakti Semoga Sukses

Penulis Adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang / Penulis Buku Islam Dalam Transformasi Kehidupan & Buku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional).











